Balok Batu Susun Tumaluntung Minahasa Utara, Diduga Puri Kuno

situs-purba-batu-susun

Situs kuno batu susun di Desa Tumaluntung, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. (Foto : Joppie Worek)

AIRMADIDI, bagitu.com – Penemuan ratusan balok batu susun di perkebunan Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara hingga kini masih menjadi misteri. Sejak ditemukan tahun 2011 silam, ratusan balok batu susun itu tetap saja diduga sebagai reruntuhan puri atau istana peradaban kuno.

Situs purba batu-batu bersusun itu bebentuk balok lurus dan persegi. Ada yang bersisi empat, lima, dan enam. Panjang balok bervariasi ada yang enam meter ada yang empat meter. Di beberapa ujung balok tampak dua lubang seukuran telur ayam. Lubang itu diperkirakan sebagai pengait antar balok. “Ini menunjuk bahwa balok-balok ini bagian dari konstruksi bangunan, karena semua balok lurus memanjang,” tutur Eldio Rambi, seorang pemerhati benda-benda budaya kuno dalam sebuah kunjungan.

Batu susun itu diduga tergolong batu tua atau kuno. Selain licin, berat juga mengandung besi. Seorang pengunjung yang membawa besi magnit coba menampalkan sepotong magnit dan ternyata menempel. “Saya menampalkan magnit, dan magnit menempel pada batu,” kata Liberty Roeroe yang menempelkan magnit. Selain mengandung magnit, batu itu juga cukup berat, karena potongan batu seukuran 30 Cm tak mampu diangkat oleh seorang lelaki dewasa.batu-susun-di-tumaluntung-minahasa-utara

Ratusan balok batu itu ditemukan di sebuah bukit seluas sekitar tiga hektar. Bukit itu sendiri hanya ditumbuhi alang-alang, tidak ada pohon besar yang tumbuh di sekitar lokasi penemuan. Tumpukan balok batu bersusun yang diduga reruntuhan bangunan itu ditemukan secara tidak sengaja, saat akan dilakukan pekerjaan pembukaan jalan baru dengan menggunakan alat berat eskavator.

“Penemuan itu, terjadi secara tidak sengaja saat alat berat membuka jalan. Kemudian dihentikan karena terhalang tumpukan batu susun yang memanjang dan persegi,” kata Piet Luntungan, pemilik kebun di lokasi penemuan balok batu bersusun. Dia menjelaskan, karena merasa aneh dengan penemuan itu, Piet Luntungan akhirnya meminta pekerjaan pembukaan jalan itu dihentikan.

Menurut Piet Luntungan yang juga mantan Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Utara, sejak ditemukan tahun 2011 lalu, belum ada upaya serius untuk menguak misteri batu susun Tumaluntung. Sehingga, masyarakat sekitar hanya menduga-duga, kalau itu adalah reruntuhan bangunan kuno semacam puri atau istana kuno.

“Kami hanya menduga ini adalah bangunan kuno semacam puri. Memang sejauh ini belum ada penelitian dari pemerintah atau dari arkeolog. Sejauh ini baru dikunjungi oleh orang-orang awam,” katanya lagi. (Editor, Joppie Worek)

Tags: