by

Permintaan Maaf Ahok, Disambut Baik Tokoh NU Jakarta

JAKARTA – Permintaan maaf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok kepada umat Islam terkait pernyataannya yang mengutip surah Al Maidah ayat 51 dan menjadi polemik masyarakat Jakarta, disambut baik Katib Syuriah PWNU Jakarta, KH Ahmad Zahari.

Basuki Tjahaya Purnama
Basuki Tjahaya Purnama

“Saya sangat menyambut baik permintaan maaf Ahok,” kata Ahmad, Senin (10/10) di Jakarta. Ditambahkan, permintaan maaf Ahok itu sekaligus menunjukan bahwa Ahok bukan orang sombong. Lepas dari beragam penilaian yang kontroversi, meminta maaf itu menunjukan sikap kenegarawanan Ahok.

KH Ahmad Zahari sendiri sejak awal polemik itu muncul di tengah masyarakat, sudah berharap agar Ahok segera menyampaikan permohonan maafnya. Sebab, menurutnya, polemik itu telah mengundang kegaduhan dan dapat mengundang kerisauan. “Alhamdulilah, Ahok sudah meminta maaf,” tambah tokoh NU Jakarta itu.

Ahok dalam kunjungannya di Pulau Seribu telah mengutip ayat Alquran dalam surah Al Maidah, yang dikaitkan dengan agenda Pilkada DKI Jakarta. Kutipan Ahok itu langsung mengundang reaksi sejumlah tokoh umat Muslim dan masyarakat luas.

Ahok sebenarnya telah berusaha menjelaskan maksudnya mengutip ayat Alquran ketika itu. Namun polemik sulit dibendung dan cendrung memanas. Akhirnya, Senin (10/10) Ahok menyampaikan permohonan maafnya secara terbuka melalui pers.

Dihadapan pers, Ahok menyatakan “Saya sampaikan kepada semua umat Islam atau kepada yang merasa tersinggung, saya sampaikan permohonan maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam atau apa,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/10).

Namun, kubu lawan politik Ahok menilai permintaah maaf Ahok pada umat Islam itu sudah terlambat. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan permintaan maaf itu tidak perlu dilayani, bahkan dia mengatakan polisi harus tetap mengusut kasus itu. (Joppie Worek)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *