by

International Hub Port Bitung, Berkah Simpul Strategis Indonesia

BITUNG- Bagitu.Com – Satu lagi keunggulan matra bahari kota Bitung terkonfirmasi oleh Peraturan Presiden Nomor 26/2012, pemerintah telah menetapkan Bitung sebagai International Hub Sea Port untuk kepentingan perniagaan Indonesia bagian timur, ocean going, dan transhipment yang melintasi wilayah Samudera Pasifik.

foto : istimewa
foto : istimewa

Landasan yuridis ini bertalian dengan amanat Undang-Undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran pada Pasal 150 bahwa Pelabuhan Utama yang berfungsi sebagai Pelabuhan Hub Internasional harus ditetapkan oleh Pemerintah. Kemudian berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2011 tentang MP3EI Tahun 2011–2025, Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2012 tentang Cetak Biru Pengembangan SISLOGNAS dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 144 Tahun 2013 tentang Penetapan Rencana Induk Pelabuhan Nasional dimana telah ditetapkan Pelabuhan Bitung dan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai Pelabuhan Hub Internasional.
Sebuah fakta alamiah dan diperkuat oleh landasan yuridis, jika IHP dengan sendirinya membawa berkah yang berlimpah bagi kota Bitung. Di Indonesia hanya ditetapkan dua Pelabuhan Hub Internasional, dimana untuk Bagian Barat adalah Pelabuhan Kuala Tanjung Kabupaten Batubara Provinsi Sumatera Utara dan untuk Bagian Timur adalah Pelabuhan Bitung Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara.
Kedua pelabuhan ini merupakan Pintu Masuk Indonesia ke atau dari Luar Negeri. Maka untuk itu akan disusun arah kebijakan yang lebih jelas, yaitu roadmap dan langkah pelaksanaan untuk Pengembangan ke dua Pelabuhan Hub Internasional sehingga dapat berkompetisi dengan Pelabuhan yang ada di Negara-negara di sekitar Indonesia
Saat ini sekitar 40% kegiatan perniagaan dunia melewati wilayah perairan laut dan udara Indonesia. Namun manfaat ekonomi yang bisa diambil masih terlampau kecil. Angkutan, asuransi, transit dan transhipment, nilai tambah industri olahan, bahkan transportasi ekspor impor masih bergantung pada Singapura dan negara lainnya.
Secara geopolitik, Bitung adalah pintu keluar masuk pelaksanaan asas cabotage, khususnya lalu lintas perniagaan Ocean Going di perairan Samudera Pasifik. Asas cabotage adalah suatu prinsip yang memberikan hak untuk beroperasi secara komersial di dalam suatu negara hanya kepada perusahaan angkutan dari negara tersebut.
Secara geoekonomi, Bitung merupakan simpul kegiatan ekspor produk dari wilayah Indonesia Timur seperti Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua, NTB, NTT, Kalsel, Kaltim, dan Kaltara. Juga menjadi pelabuhan singgah bagi pelaksanaan kerjasama subregional ASEAN. (Editor, Emon Kex Mudami)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *