by

Bitung, Kota Perikanan dengan Ragam Potensi Ekonomi

KOTA Bitung sejak menjadi Kota Administratif hingga meningkat menjadi kota definitive dikenal sebagai salah satu kawasan minapolitan/industrialisasi perikanan tangkap dari 9 wilayah di Indonesia.
Namun ternyata, kota pelabuhan ini memiliki ragam potensi ekonomi. Oleh karena ragam potensi itu pula, Bitung menjadi salah satu kota yang mengalami pertumbuhan pesat dan menjadi kota tujuan investasi di kawasan timur Indonesia.

Patung Ikan di Pusat Kota Bitung
Patung Ikan di Pusat Kota Bitung

Secara umum Bitung memiliki empat potensi utama, yaitu bidang ; perikanan, pariwisata, industri, dan pertanian. Semua potensi bila termanfaatkan dengan baik maka dapat mendatangkan income bagi kota dan berimbas pada kesejahteraan warga.

Perekonomian kawasan Kota Bitung dalam perkembangannya didominasi oleh kegiatan industri perikanan. Meski terimbas oleh kebijakan pusat, namun potensi perikanan beberapa dekade terakhir tetap menjadi leading sector bagi kota Bitung.

Seiring dengan meningkatnya produksi perikanan laut maka turut pula berkembang industri di bidang perikanan laut. Hal ini memberi pengaruh yang besar dalam perekonomian Kota Bitung.
Kawasan Minapolitan

Kota Bitung merupakan salah satu kawasan minapolitan/industrialisasi perikanan tangkap dari 9 wilayah di Indonesia. Bitung memiliki sumberdaya laut dan perikanan yang sangat potensial mencapai 587 ribu ton, sementara yang dimanfaatkan baru 147 ribu ton atau sekitar 25,04%. Potensi ikan ini tersebar di TelukTomini, Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Seram, Teluk Berau, Laut Sulawesi, dan utara Pulau Halmahera.
Sumberdaya laut yang terkandung di perairan tersebut antara lain ikan tuna, cakalang, tongkol, paruh panjang, ikan tenggiri, cumi-cumi, ikan karang, dan lain-lain.

Pusat Perikanan

Dengan basis potensi sumberdaya laut dan perikanan yang besar ini, pemerintah pusat menetapkan Kota Bitung Sulawesi Utara sebagai pusat perikanan tuna atau ”World Tuna Center”, dan merupakan salah satu pemasukan devisa bagi negara. Ikan tuna dari Bitung sudah menjadi salah satu ekspor andalan ke beberapa negara di dunia yang ikut membantu pertumbuhan ekonomi di daerah dan nasional.

Pihak Kementerian Perindustrian juga menyiapkan anggaran untuk membangun infrastruktur pendukung industri perikanan di Bitung. Pemerintah akan menyiapkan lahan kawasan industri secara bertahap dan membangun infrastruktur penunjangnya.

Tujuh Kawasan Industri

Pemerintah telah menetapkan pembangunan 14 Kawasan Industri baru di luar Pulau Jawa.Untuk wilayah Papua, Maluku, Nusa Tenggara dan Sulawesi, Kementerian Perindustrian akan memfasilitasi pembangunan 7 kawasan industri yaitu di Teluk Bintuni (Papua Barat), Halmahera Timur (Maluku Utara), Bitung (Sulawesi Utara), Palu (Sulawesi Tengah), Morowali (Sulawesi Tengah), Konawe (Sulawesi Tenggara) dan Bantaeng (Sulawesi Selatan) serta 11 sentra industri kecil menengah.

Pariwisata

Potensi ekonomi Kota Bitung selanjutnya adalah sektor pariwisata. Kota Bitung memilik banyak jenis wisata, dalam skema pengelompokan oleh Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Bitung, ada sedikitnya 8 besar kelompok jenis wisata yang kesemuanya adalah objek wisata yang unggul dan khas.
Di luar itu masih masih ada juga objek wisata alternatif yaitu ivent seni budaya, misalnya pentas tarian lokal kabasaran, masamper, dan festival regular tahunan seperti festival Selat Lembeh.

DATA SEBARAN OBJEK WISATA UNGGULAN KOTA BITUNG //data grafis

I. WISATA KULINER
1). Pasar Tua

II. WISATA BAHARI
1). Pantai Kasawari
2). Pantai Walet
3). Pantai Kambahu
4). Pantai Kanada
5). Pantai Pareng
6). Pantai Salise
7). Pantai Kahona
8). Pantai RCTI

III. WISATA SEJARAH
1). Monumen Trikora
2). Monumen Jepang
3). Mawali wreck
4). Aer Prang
5). Monumen Xaverius Dotulong

IV. WISATA RELIGI
1). Klenteng Seng Bo Kiong
2). Gereja Sentrum
3). Masjid An’nur
4). Gereja Stella Maris

V. WISATA INDUSTRI
1). Pasar Winenet
2). Pelelangan Ikan

VI. WISATA OUTBOUND
River Side Adventure Camp

VII. WISATA BAWAH AIR
Diving Selat Lembeh ( ada 92 titik selam)

VIII. WISATA ALAM
1). Taman Wisata BatunPutih
2). Taman Wisata Batu Angus
3). GUnung Dua Sudara
4). Aer Terjun Danowudu
5). Air Perempuan dan Laki – laki

Pertanian 

Walau Kota Bitung semakin berkembang dengan kian dominannya sektor tersier, namun aktifitas sektor pertanian tetap bergeliat. Di mana sector ini diarahkan pada upaya pemenuhan pangan serta pelestarian sumber daya alam.

Sektor ini mencakup sub sektor tanaman pangan, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan. Tidak dapat dihindari dampak pesatnya kemajuan pembangunan telah mengakibatkan alih fungsi lahan, sehingga makin berkurangnya luas lahan produktif.

Basis potensial bersumber dari produksi sawah, produksi palawija, padi, jagung dan umbi-umbian Kota Bitung juga mempunyai komoditas pertanian lainnya. Dari spot kawasan, maka basis pertanian berada di hampir semua kecamatan, terutama di pulau Lembeh, Pinokalaan, Danowudu, Batu Putih, Girian, Pinangunian, Tandurusa hingga Makawidey dan sekitarnya.

Industri

Kota industri, ini sebetulnya potensi paling prospektif yang dimiliki kota Bitung. Pengembangannya perlu dibarengi oleh manajemen pengelolaan yang baik, agar tak memberi tekanan bagi potensi lain terutama berkaitan dengan daya dukung sumberdaya alamnya.

Faktanya, sektor industri kian bertumbuh dan menjadi sektor andalan kota Bitung dari hari ke hari. Bertambahnya perusahaan industri berkorelasi dengan penyerapan tenaga kerja yang selalu meningkat tiap tahun. Begitu juga dari sisi kapital dimana peningkatan jumlah perusahaan ini diikuti pula dengan peningkatan nilai investasi.

Kemajuan kota terus berkembang seiring dengan potensi bahari yang ada di Kota Bitung yang dapat dilihat dari bertumbuhnya industri perikanan dan jasa. Posisi strategis kota Bitung yang berada di bibir samudra pasifik, semakin membuka akses yang luas bagi industry pelayaran. Investor Indonesia bahkan manca negarapun ikut melirik kota Bitung sebagai lahan subur untuk berinvestasi.

Bitung berada di pinggir Samudera Pasifik yang menjadi poros alur logistik perdagangan luar negeri dari Papua maupun kawasan timur sehingga menjadikannya sebagai lokasi strategis sebagai pusat pengembangan ekonomi.

Kota Bitung di dominasi oleh industri perikanan, galangan kapal, dan industri minyak kelapa. Disamping itu juga terdapat industri transportasi laut, makanan, baja, industri menengah dan kecil.
Kawasan Industri Bitung dengan luas 512 ha terletak di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Kawasan ini telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai salah satu Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia.

Lokasi Kawasan Industri ini diapit oleh 2 jalan utama, Jalan Provinsi dan Jalan Kolektor Manembo-nembo dan Kema. Serta dilengkapi dengan akses jalan Tol Bitung-Manado. Arah pengembangan Kawasan Industri Bitung diarahkan sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas serta sebagai pusat perdagangan produk-produk yang industri.

Industri yang dikembangkan di Kawasan Industri Bitung meliputi industri yang berbasis pengolahan, packaging, labeling, kerajinan dan industri yang bersifat memberikan nilai tambah terhadap produk-produk basis lokal Sulawesi Utara. (Emon Kex Mudami)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *