by

Hati-hati Obat Maag Dapat Meningkatkan Resiko Stroke

KOPENHAGEN, bagitu.com – Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Yayasan Jantung di Kopenhagen baru-baru ini menemukan alasan yang kuat tentang obat maag yang bisa meningkatkan resiko penyakit stroke. Obat maag yang dimaksud adalah kategori inhibitor pompa proton atau proton pump inhibitor (PPI).

 

Sampai saat ini, PPI merupakan kelas obat yang sudah diakui efektivitasnya dalam melawan asam lambung. Asam lambung sebagai salah satu penyebab sakit maag bisa meringankan rasa sakit bahkan menyembuhkan dengan tuntas pada saat itu.

 

Obat golonga PPI (Sumber: feldmanpinto)
Obat golongan PPI. (Sumber: feldmanpinto)

Ada beberapa jenis inhibitor pompa proton yang sudah diakui secara klinis di seluruh dunia, yaitu: Prilosec (omeprazole), Prevacid  (lansoprazole), Achipex  (rabeprazole), dan Protonix (pantoprazole).

 

Direktur Riset Yayasan Jantung Kopenhagen,  Dr Thomas Sehested, menyatakan, orang-orang yang meminum obat PPI dengan dosis tinggi sangat beresiko terserang penyakit stroke. Namun jika obatnya hanya dosis rendah tidak memiliki resiko tinggi. “Dosis tinggi  resiko tinggi, dosis rendah maka tidak memiliki resiko tinggi ke penyakit stroke,” katanya dilansir dari cbsnews.

 

Soal tingkat risiko, kata Sehested, bergantung pada kategori atau spesifikasi PPI yang diambil. Prevacid (lansoprazole) dalam dosis 30 persen atau lebih, adalah dosis tertinggi yang sudah bisa menyebabkan risiko stroke yang tinggi juga. Begitu juga dengan Protonix (pantoprazole) dalam kader 94 persen atau lebih.

 

Takeda Pharmaceutical sebuah perusahaan pembuat resep menggunakan PPI Protonix di Denmark tidak mau memberikan komentar soal hal ini. Ini adalah hasil studi baru yang harus terus dikembangkan di negara-negara asia termasuk di Indonesia yang setiap tahun meningkat jumlah penderita penyakit stroke.

 

Jenis stroke yang rawan terjadi akibat mengkonsumsi PPI dalam dosis tinggi adalah stroke iskemik. Penyakit ini terjadi akibat tersumbatnya aliran darah dari blok bekuan ke otak. Stroke iskemik membuat pembuluh darah tidak mendapat pasokan energi maupun oksigen. Proses itulah yang menyebabkan rusaknya jaringan sel-sel otak seseorang yang berarti pembuluh darah itu sudah tidak berfungsi alias mati.

 

Memang benar jenis omeprazole bisa menekan sekresi pada asam lambung. Cara kerjanya dengan mencegah aktivitas transporter pompa proton (H+/K+ ATPase) di daerah permukaan kelenjar sel pariental gastrik. Omeprazole yang digunakan secara oral bisa mencegah stimulasi pentagastrik serta sekresi dalam asam lambung basal.

 

Transporter pompa proton terdapat dalam membran sel parietal daerah lambung. Di daerah inilah terjadinya sekresi asam lambung. Pompa ini menjadi antiport, menjadikan ion H+ katalis dan membuat ion tersebut keluar dari sel parietal agar menuju ke rongga lambung. Proses ini membuat ion H+ bertukar dengan ion K+ yang ada di dalam sel. Inilah pompa proton yang menjadi target reaksi obat dan sulit ditebak dan ramai dalam penelitian di dunia kedokteran, farmasi dan biokimia.

 

Di Indonesia, obat kategori golongan PPI yang beredar, antara lain dipasarkan dengan merek aciphex, protonix, prevacid, prilosec, nexium, zegerid, dan lain-lain. Biasanya tersedia dalam bentuk kapsul ataupun tablet. Obat-obat itu seharusnya tidak bisa dibeli bebas di apotik. Harus menggunakan resep dokter dan biasanya dosisnya satu tablet atau satu kapsul untuk satu hari.

 

Sebelumnya peneliti di Kopenhagen Denmark telah mengaitkan penggunaan obat golongan PPI dengan serangan jantung, penyakit jantung dan demensia. Dalam penelitian itu tidak ditemukan hubungan sebab akibat yang langsung dengan resiko penyakit stroke. Namun dalam penelitian tersebut ditemukan adanya hubungan asosiasi yang masih perlu diteliti lagi.

 

Penulis: Yudith Rondonuwu dan berbagai sumber

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *