by

Riedl Coba Pecahkan Mitos 20 Tahun

riedl
Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl. (Foto : sidomi)

JAKARTA,bagitu.com—Tim nasional Sepak Bola Indonesia sudah bertolak ke Filipina untuk mengikuti ajang piala AFF. Tim garuda kini tampil di bawah asuhan Alfred Riedl, pelatih asal Austria. Pelatih berusia 66 tahun ini memang bukan nama baru dalam tim nasional Indonesia, dia sempat membesut Timnas saat berlaga di AFF tahun 2010 lalu. Dia sempat membawa Indonesia ke babak puncak, meski pada akhirnya harus takluk dari Malaysia.

Tahun 2014, Riedl kembali dipanggil menangani timnas Indonesia, tapi sayang prestasinya tak sebaik tahun 2010. Kali ini dia tak bisa melewati babak penyisihan grup. Tahun 2016 ini menjadi kali ketiga dia dipercaya mengangkat nama Indonesia di kancah regional.

“Riedl sudah banyak mengenal sepak bola Indonesia, diharapkan dia bisa membawa prestasi Indonesia lebih baik di Piala AFF ini,” kata Edy Rahmayadi, Ketua Umum PSSI.

Diketahui, prestasi Indonesia di ajang kejuaraan yang awalnya dinamakan piala Tiger ini, bisa dikatakan tidak bagus. Prestasi terbaiknya adalah masuk final. Namun selama 4 kali berlaga di partai Final, Indonesia selalu harus pulang dengan kepala tertunduk. Selama keikutsertaan 20 tahun di kejuaraan ini, Indonesia seakan mendapat kutukan, padahal Indonesia merupakan satu kekuatan yang ditakuti di wilayah Asia Tenggara.

Piala Tiger, Tahun 1996, Indonesia hanya bisa sampai di Semifinal setelah ditaklukkan Malaysia 3-1, Thailand tampil sebagai juara.

Piala Tiger, Tahun 1998 mungkin akan selalu diingat menjadi aib sepakbola Indonesia. Ketika itu, karena ingin menghindari tuan rumah Vietnam, Indonesia lewat Mursyid Effendi.  melakukan gol bunuh diri saat berjumpa Thailand. Sayangnya di Semifinal, Indonesia justru takluk di tangan Singapura. Negara Singa ini tampil sebagai Juara setelah mengalahkan Vietnam.

Piala Tiger, tahun 2000, Indonesia kali pertama tampil di partai Final. Sayang, Thailand yang menjadi tuan rumah memupus ambisi Indonesia untuk menjadi Juara dengan kekalahan 4-1.

Piala Tiger, tahun 2002, Indonesia juga masuk ke partai Final, tapi untuk kedua kalinya Timnas garuda takluk lewat adu pinalti dari Thailand, 4-2.

Piala Tiger, tahun 2004, Untuk ketigakalinya Indonesia tampil di partai puncak. Kali ini berhadapan dengan tim singapura dengan sistem home and away. Sayangnya dalam dua pertandingan itu, Indonesia harus kalah.

Piala AFF, tahun 2007, Indonesia gagal melewati babak penyisihan grup.

Piala AFF, tahun 2008, Indonesia hanya bisa mencapai babak semifinal, dan takluk di tangan Thailand.

Piala AFF, tahun 2010, Ini adalah kali keempat Indonesia tampil di partai final, sayangnya tim merah putih kembali takluk, kali ini terhadap Negara Jiran, Malaysia.

Piala AFF , tahun 2012, Konfilk dualism PSSI, membuat persiapan PSSI ala kadarnya. Hasilnya asuhan Nil Maizar ini hanya bisa duduk di peringkat ketiga grup, dan gagal melaju ke babak berikut.

Piala AFF, tahun 2014, Ditukangi Alfred Riedl, Timnas Indonesia tak bisa berbuat banyak. Bahkan tim garuda harus rela dipecundangi Filipina 4-0.

Penulis: Franky Tangkudung

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *