by

Panglima TNI: Mari Gabung Aksi Nusantara Bersatu 30 November

Gatot Nurmantyo
Panglima TNI, Gatot Nurmantyo. (foto: republika)

BANDUNG,bagitu.com—Panglima TNI, Gatot Nurmantyo merasa sangat terusik dengan segala bentuk dan upaya untuk merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dia menyatakan, aksi demo yang direncanakan pada tanggal 2 Desember bukan lagi murni aspirasi umat Islam tetapi desain terselubung untuk kepentingan lain.

“Ahok sudah menjadi tersangka. Tidak puas minta penjarakan Ahok. Tidak puas lagi, minta dihukum. Itu semua didesain dari luar karena sebenarnya ingin menggulingkan pemerintah sekarang,” katanya.

Dikatakannya, selaku pimpinan TNI dia siap mengawal keutuhan NKRI dengan Bhineka Tunggal Ika. Untuk itu dia menginsiasi kegiatan menjaga kedaulatan bangsa di semua pelosok tanah air melalui Aksi Nusanta Bersatu.

“Di semua daerah cari lapangan besar berkumpul bersama-sama. Tentaranya, masyarakatnya, kiainya, semuanya, pakai atribut merah putih,” kata Gatot di Unpad, Bandung, (23/11).

Menurutnya, hal itu untuk menunjukkan perlawanan kepada pihak manapun yang ingin mengganggu stabilitas negara dan memecah belah bangsa ini.

“Kita tunjukkan, jangan coba-coba berhadapan dengan Indonesia. Karena jika bicara Indonesia bukan cuma TNI, tapi seluruh rakyat Indonesia bersama-sama,” tambahnya.

Ditambahkannya, ikat kepala merah putih menjadi simbol dalam aksi tersebut yang akan berlangsung di seluruh nusantara pada 30 November mendatang.

“Indonesia milik kita bersama, bila ada ancaman pun kita atasi bersama-sama. Saatnya kita tunjukkan nusantara bersatu,” ucap Gatot.

Menurutnya saat ini banyak pihak yang tidak senang dengan keadaan negara Indonesia saat ini. Ada yang ingin memecah belah bangsa dari luar maupun dalam, apalagi dalam demo 2 desember nanti tercium adanya upaya makar, penggulingan pemerintahan yang sah.

“TNI bersama rakyat akan berusaha sekuat tenaga membela keutuhan NKRI. Jangan pernah coba-coba untuk melakukan unpaya yang tidak konstitusional,” katanya.

Dia mengharapkan, idenya soal Nusantara Bersatu serempak dilaksanakan di seluruh provinsi pada 30 November 2016. Dia mengajak masyarakat Indonesia menghadiri aksi damai tersebut di daerah masing-masing.

“Kita berkumpul di tiap-tiap provinsi dengan ikat kepala warna merah putih,” harapnya.

Penulis : Franky Tangkudung

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *