by

Indonesia Bersatu Dukung Aksi 312

suporter-timnas
Aksi pendukung Timnas Indonesia. (foto:republika)

BOGOR, bagitu.com—Langkah Tim Nasional Sepakbola Indonesia dalam piala AFF Sabtu (3/12) malam, akan diuji oleh tim kuat asal Vietnam dalam laga pertama semifinal. Indonesia yang bertindak sebagai tuan rumah pertama, akan memaksimalkan peluangnya sebelum bertandang ke negara Ho Chi Minh tersebut dalam sistem home and away. Laga ini menjadi tonggak kebangkitan sepakbola Indonesia setelah dalam dua edisi sebelumnya gagal dalam babak kualifikasi grup. Apalagi, sebelumnya Indonesia sempat dihukum FIFA, tak bisa mengikuti turnamen internasional karena kekisruhan sepakbola tanah air.

Pelatih Tim Nasional Indonesia, Alfred Riedl menyatakan kesiapannya jelang pertandingan tersebut meski terkendala larangan bermain dua pilar lini belakang.

“Kami siap menghadapi laga semifinal. Sudah ada nama yang disiapkan untuk mengisi lini pertahanan dengan absennya Fachrudin dan Basna,” kata pelatih 67 tahun ini.

Dia juga optimis meraih kemenangan sebagai bekal menghadapi leg kedua di di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (7/12) mendatang.

“Kita harus meraih kemenangan. Sebagai tuan rumah pertama sangat penting bagi kita untuk tidak kebobolan dan mencetak banyak gol,” tambah pemegang paspor Austria ini.

Indonesia sendiri harus kehilangan Fachrudin dan Yanto Basna karena terkena kartu kuning kedua di laga terakhir grup, yang mengharuskan keduanya absen di babak semifinal pertama. Tiga stok stopper di bangku cadangan adalah Manahati Lestusen, Gunawan Dwi Cahyo dan mantan punggawa timnas U-19, Hansamu Yama Pranata.

Laga yang dilangsungkan di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor ini, diprediksi bakal didukung puluhan ribu suporter tim tuan rumah dari berbagai kelompok suporter. Ini juga menjadi momen bersatunya rakyat Indonesia mendukung kesebelasan kebanggaan setelah sempat dahaga cukup lama. Apalagi belakangan sempat disuguhkan hangatnya tensi politik di ibukota yang membelah opini rakyat Indonesia.

“Ini adalah enam tahun penantian kita. Mari berangkat ke Stadion Pakansari dengan atribut Merah Putih bersatu mendukung Timnas,” ujar Sekjen PSSI, Ade Wellington, Sabtu (3/12).

Ade juga mengatakan kemungkinan Presiden Jokowi turut hadir memberikan dukungan kepada Timnas Merah Putih di Stadion Pakansari.

“Presiden belum pasti 100 persen. Tapi kemungkinan hadir besar. Juga akan ada Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan beberapa menteri,” tambahnya.

Pahlawan Indonesia di laga pamungkas grup kala melawan Singapura, Andik Vermansyah juga berharap skuat Garuda bisa meraih kemenangan.

“Kami juga ingin memberikan kegembiraan bagi masyarakat Indonesia setelah kita disanksi FIFA,” kata pemain klub Malaysia, Selangor FA  ini.

Ajakan mendukung Timnas dalam “Aksi 312” juga terus menghiasi lini massa di Media Sosial beberapa hari terakhir. Ini menukil “Aksi 212” yang dilangsungkan di kawasan Monas sehari sebelumnya.

Diketahui, Vietnam sebenarnya bukan merupakan lawan asing bagi Indonesia. Kedua tim diyakini sudah saling mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebelum terjun di turnamen piala AFF, Indonesia telah dua kali melakukan pertandingan uji coba melawan Vietnam. Ketika bermain kandang di Sleman, Indonesia ditahan imbang 2-2, namun saat bertandang ke Hanoi, Timnas takluk 2-3.  Pelatih Vietnam, Nguyen Huu Thang juga merupakan anak buah Riedl ketika masih aktif bermain di Piala Tiger 1998 lalu. Riedl pernah melatih Timnas Vietnam tiga kali seperti halnya Timnas Indonesia yakni tahun 1998-2000, 2003-2004, dan terakhir pada 2005-2007.

Riedl sempat menangani Timnas Indonesia saat berlaga di AFF tahun 2010 lalu. Dia membawa Indonesia ke babak puncak, meski pada akhirnya harus takluk dari Malaysia. Tahun 2014, Riedl kembali dipanggil membesut timnas Indonesia, tapi sayang prestasinya tak sebaik tahun 2010 karena terhenti di babak penyisihan grup. Tahun 2016 ini menjadi kali ketiga dia dipercaya mengangkat nama Indonesia di kancah regional.

Selama 20 tahun berlaga di piala AFF (sebelumnya bernama Tiger Cup) Indonesia tak pernah meraih juara. Prestasi terbaik Timnas Garuda adalah 4 kali masuk final dari 7 kali tampil sebagai semifinalis. Ini juga menjadi turnamen pertama Ketua Umum PSSI yang baru, Edy Rahmayadi yang terpilih 10 November lalu. Riedl diharapkan bisa menghapus “kutukan” 20 tahun bagi Indonesia, sekaligus melepas julukan Mr. Runner Up yang disematkan kepadanya, karena prestasi tertingginya adalah 6 kali menjadi runner up di tingkat Asean.

Penulis :Franky Tangkudung

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *