by

Manado Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Acro Paragliding

Ilustrasi : Akrobatik Paragliding. (Foto:istimewa)

MANADO, bagitu.com – Kota Manado dipastikan akan menjadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Acro Paragliding tahun 2017 mendatang dengan memilih lokasi di Manado Skyline Tetempangan. Demikian hasil rapat Pengurus Pusat Paralayang Indonesia yang dipimpin langsung Ketua Paralayang Indonesia, Wahyu Yudha Dewanto, Minggu (18/12) di Manado.

Menurut Wahyu, ada tiga pertimbangan utama sehingga kita putuskan Manado jadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Paragliding tahun 2017. Pertama, tahun 2016 ini Manado memiliki pertumbuhan olahraga paragliding atau paralayang yang sangat pesat. Kedua, Manado memiliki lokasi lomba yang ideal dan memenuhi standart internasional. Ketiga, pemerintah dan masyarakat Sulawesi Utara sangat mendukung program-program sport tourism.

Dijelaskan, berdasarkan survei lokasi dan rekomendasi beberapa pilot professional tingkat dunia, Manado layak dan potensial melaksanakan kejuaraan paragliding tingkat dunia terutama Acro Paragliding. “Juara Dunia Acro Pargliding, Francois Ragolski, ikut merekomendasi terutama lokasi Manado Skyline Tetempangan, dia terbang di sini,” kata Wahyu.

Sementara itu, Sekretaris Umum Paralayang Sulawesi Utara, Herry Inyo Rumondor  menambahkan, Kejuaraan Dunia Acro Paragliding di Manado 2017 sudah mendapat persetujuan dari FAI (Federation Aeronautique Internationale). “Secara prinsip, kita sudah masuk agenda resmi FAI dan Paralayang Indonesia,” kata Inyo yang juga salah satu peterbang paralayang Sulawesi Utara.

Kejuaraan Dunia Acro Paragliding itu rencananya akan dilaksanakan di Manado Skyline Tetempangan. Lokasi ini dipilih karena memang akrobatik paragliding hanya bisa dilakukan di lokasi yang dekat dengan pantai. Ketinggian puncak Manado Skyline Tetempangan memenuhi standarat karena berada di 568 mdpl (meter diatas permukaan laut) dan jarak dari tempat takeoff ke pantai hanya sekitar 1 Km garis lurus. “Lokasi Manado Skyline sudah direkomendasi untuk kejuaraan akrobatik paralayang,” katanya.

Salah satu pelopor pengambangan olahraga paralayang Sulawesi Utara, Franky Kowaas menambahkan, olahraga paragliding memiliki tiga kategori lomba,  yakni Akurasi atau Ketepatan Mendarat, Cross Country (XC), dan Acro Paragliding (Akrobatik Paralayang).  “Dari tiga kategori lomba itu, Acro Paragliding yang paling berat dan menantang,” kata Franky.

Di Indonesia sendiri, katanya, Acro Paragliding belum cukup berkembang dan bahkan belum ada pilot paragliding Indonesia yang memiliki sepesialisasi atau instruktur acro. “Kita baru mulai belajar acro. Dan kami di Mando sudah membentuk Club Acro Paragliding Indonesia,” kata pentolan olahraga ekstrim Indonesia ini.

Dalam kejuaraan dunia nanti, selain akan dilombakan Acro Paragliding juga akan dilombakan XC dan ketepatan mendarat. Diperkirakan, iven international ini akan melibatkan ratusan pilot paragliding manca negara seperti negara-negara dari  Eropa, Amerika, dan Asia. Yang paling berminat olahraga ini akan banyak datang dari negara-negara di sekitar gugusan pegunungan Alpen Barat dan Timur, karena dari sanalah olahraga ini berkembang.

Negara yang memiliki banyak peminat olahraga paragliding antara lain, Prancis, Italia, Swiss, Austria, Jerman, Slovenia, dan Kroasia. Jutaan wisatawan bertualang di kawasan ini dengan beragam olahraga menantang, termasuk paragliding.

Penulis : Joppie Worek

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *