by

Partai Konservatif Pecah Kongsi, Ban Ki Moon Jadi Primadona Warga Korsel

Ban Ki Moon
Sekretaris Jendral PBB Ban Ki Moon menjadi primadona warga Korsel untuk menjadi Presiden.(GettyImages)

SEOUL, bagitu.com – Partai Saenuri merupakan partai dari Presiden Korea Selatan Park Geun Hye yang saat ini terkena pemakzulan oleh Parlemen Korsel. Sedangkan posisi Partai Saenuri di parlemen melemah karena kalah dalam pemilu pada April 2016 lalu.

Hal itu memicu perpecahan dalam Partai Saenuri sehingga mengakibatkan banyak kader partai yang membentuk partai baru. Hal itu diumumkan oleh beberapa kader Partai Saenuri pada Selasa (27/12/2016). Saat ini sudah ada 29 kader Partai Saenuri yang sudah menyatakan diri keluar dan membentuk partai politik baru.

Mereka membentuk sebuah partai politik baru yang juga beraliran koservatif sehingga mereka mengebutnya ‘Partai Konservatif Baru’. Mantan kader Partai Saenuri itu adalah para anggota Parlemen yang ikut mendukung pemakzulan Presiden Park pada 9 Desember lalu. Akibat dari keputusan mereka, Partai Saenuri menyebut mereka sebagai ‘pembelot’.

Partai Konservatif Baru ini kemudian mengharapkan Sekretaris Jendral PBB Ban Ki Moon untuk bergabung dalam partai mereka. Sebelumnya, Ban sempat diminta juga oleh Partai Saenuri untuk bergabung dan menjadi calon Presiden.

“Kami berharap Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon akan bergabung dengan Partai Konservatif Baru untuk Reformasi,” kata Yoo Seong Min, seorang petinggi Partai Konservatif Baru kepada SBS TV yang dilansir Reuters. Yoo beranggapan bahwa jika Ban memutuskan untuk bergabung, maka dia akan menjadi calon presiden yang akan mereka usung.

Ban Ki Moon menjadi primadona warga Korsel sejak Presiden Park terlibat skandal korupsi yang mengakibatkan Park terkena pemakzulan oleh Parlemen Korsel. Selain Ban Ki Moon, ada juga kader Partai Demokrat Liberal Moon Jae In yang pernah menjadi calon presiden pada 2014 lalu.

Sebuah lembaga survei Realmeter merilis hasil survei mereka tentang kecenderungan warga untuk memilih Presiden pada Senin (26/12/2016). Hasilnya, sebanyak 23,3 persen responden memilih Ban Ki Moon dan 23,1 persen memilih Moon Jae In.

Sampai saat ini Ban Ki Moon belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait naiknya polularitas dirinya untuk menjadi calon Presiden Korsel. Ban hanya mengatakan bahwa ingin terus mengabdi sebagai Sekjen PBB yang masa jabatannya akan berakhir pada 31 Desember 2016.

Penulis: Leon Manua

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *