Ini Dia 4 Patung Yesus Tertinggi dan Unik di Indonesia

BAGITU – Ada empat monumen atau patung Yesus Kristus yang unik di Indonesia. Selain memiliki ukuran yang besar dan tinggi, monumen-monumen ini memiliki ciri khas tertentu. Pertama monumen Yesus memberkati di Kota Manado (30 meter), kedua monumen Yesus di Tana Toraja (40 meter), ketiga monumen Yesus Raja (25 meter) di Saumlaki, Provinsi Maluku dan keempat monumen Kristus Raja di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang pembangunannya ditargetkan selesai pada 2017 (58 meter).

1. Monumen Yesus Memberkati di Kota Manado

Monumen Yesus Memberkati Kota Manado. (foto: net).

Monumen atau patung Yesus Memberkati terletak di jalan Ring Road kompleks Citraland Winangun, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Patung ini berada tak jauh dari jalan raya. Ada spot khusus untuk mengambil gambar dengan background keseluruhan monumen tersebut, yaitu keseluruhan monumen Yesus Kristus dengan kedua tangan sedang dibuka selayaknya seorang sedang memberkati orang lain.

Monumen ini menjadi salah satu ikon wisata religi di Manado yang banyak dikunjungi wisatawan. Sekilas, monumen ini mirip dengan patung raksasa Yesus di Rio de Janeiro, Brasil. Monumen yang didesign pengusaha ternama, Ciputra ini memang hanya memiliki selisih 8 meter dengan tingginya patung Kristus Penebus (Cristo Redentor) di Brasil. Tinggi monumen secara keseluruhan 50 meter. Tinggi patung sebenarnya 30 meter dan tinggi tiang penyangga 20 meter.

Uniknya, monumen ini kemiringannya mencapai lebih dari 20 derajat sehingga patung Yesus ini terlihat seperti melayang dengan posisi tangan terangkat. Posisi membentangkan tangan seakan memberkati Kota Manado selalu.

Selain itu ada banyak patung Yesus berukuran besar di Sulawesi Utara. Tentu saja lokasinya kini menjadi destinasi wisata baru bagi penyuka wisata religi, yaitu di Kabupaten Sitaro, di Kabupaten Talaud, di Likupang Selatan Kabupaten Minahasa Utara dan di Pulau Lembeh, Kota Bitung.

2. Monumen Yesus di Tana Toraja

Monumen Yesus Memberkati di Tana Toraja berdiri sejak Agustus 2015 dan sampai saat ini menjadi destinasi wisata religi di Provinsi Sulawesi Selatan. Lokasi monumen ini di puncak Bukit Buntu Burake, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja. Biaya untuk pembanguan monumen ini mencapai Rp 30 miliar.

Total ketinggian adalah 40 meter terdiri dari tinggi landasan 17 meter dan patung Yesus 23 meter. Raihan angka tersebut bisa membuatnya menjadi monumen Yesus terbaru sebagai patung tertinggi di dunia.

3. Monumen Yesus Raja di Maluku

Monumen Yesus Raja tingginya mencapai 25 meter sudah termasuk penyangganya. Terletak di ujung timur Pulau Yamdena, Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Saumlaki, Provinsi Maluku.

Monumen mirip wajah Tuhan Yesus yang secara turun temurun menjadi tempat wisata dan ziarah penduduk setempat. Patung Yesus itu berdiri di atas bangunan tiga lantai bersama dua patung lainnya.

4. Monumen Kristus Raja di Kota Kefamenanu, NTT

Monumen atau Patung Kristus Raja ini terdapat di puncak bukit Neonbat, Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Unik karena berada sekitar 400 meter dari permukaan laut dan targetnya patung ini akan selesai pada 2017 dengan tinggi keseluruhannya akan mencapai 58 meter.

Jika selesai sesuai rencana pada 2017 awal maka Patung Kristus Raja otomatis akan menjadi patung Yesus tertinggi di dunia karena lebih tinggi dari patung Yesus di Brasil (38 meter) maupun di Timor Leste (27 meter).

Lokasi munumen ini berada di atas puncak bukit dan dari lokasinya bisa terlihat pemandangan yang sangat Indah. Selain itu, terdapat taman doa sehingga para pengunjung bisa berdoa mengucapkan syukur atas kebaikan Tuhan lewat kecantikan alam ciptaanNya. Taman doa itu pun terbuka untuk semua pemeluk agama, agar bisa beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Apapun itu inti dari setiap patung atau monumen ini supaya manusia bisa selalu ingat kasih Yesus sebagai juruselamat dan pesan Tuhan Yesus untuk menjadikan semua bangsa muridNYA.

Penulis: Yudith Rondonuwu.

Tags: