by

Apa Itu Trauma Healing?

POLISI tidak bisa memaksa korban selamat dari kasus perampokan disertai pembunuhan untuk memberikan keterangan lebih jika masih dalam keadaan trauma. Jika dipaksakan informasi tidak akan akurat dan bisa memperlambat kesembuhan psikis korban.

Ilustrasi trauma. (foto: sciencedaily).

Itulah mengapa Tim Polda Metro Jaya bekerjasama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan melakukan penyembuhan trauma atau trauma healing kepada lima korban selamat dari pembunuhan sadis di Pulomas, Jakarta. Perisitiwa ini masih hangat di media karena satu dari tiga yang diduga pelaku, belum tertangkap. Belum jelas apakah ini murni perampokan, terpaksa melakukan pembunuhan atau sudah terrencana? Apapun itu, ada 5 dari 11 korban yang membutuhkan penanganan secara psikologis yaitu trauma healing. Lantas, apa sebenarnya trauma healing itu?

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, mengatakan, trauma healing adalah upaya untuk menghilangkan trauma para korban atas peristiwa yang terjadi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) trauma didefinisikan sebagai keadaan jiwa dan atau tingkah laku yang tidak normal sebagai akibat dari adanya tekanan jiwa atau cedera jasmani. Trauma healing adalah kegiatan yang dilakukan seseorang atau tim menggunakan metode tertentu dengan tujuan menyembuhkan atau meringankan beban seseorang atau sekelompok orang yang tergoncang jiwanya, akibat bencana alam seperti longsor, banjir, kecelakaan transportasi, korban pencurian, korban pemerkosaan, korban penganiayaan atau kejadian buruk lainnya.

Trauma terbagi dalam 3 golongan yaitu trauma ringan, trauma sedang dan trauma berat. Trauma ringan adalah trauma yang terjadi akibat suatu kejadian yang mengganggu kejiwaan. Trauma ringan bisa dan cepat untuk disembuhkan.

Trauma ini biasa terjadi karena kecelakaan, salah berucap dan penghinaan dari orang lain.

Penanganan ‘trauma ringan’ yaitu dengan menghibur korban supaya bisa melupakan kejadian yang menimpanya, mengajaknya ngobrol dan

mendengarkan keluh kesahnya, tidak mengungkit penyebab trauma, memberi pengertian dan motivasi tentang musibah adalah ujian dari Tuhan yang nantinya mendatangkan kebaikan, mengajak bermain sesuatu yang disukainya dan jika gejala berlanjut bisa konsultasi ke psikiater.

Trauma sedang adalah sebuah trauma akibat kejadian yang mengganggu daerah kejiwaan seseorang. Trauma sedang bisa mengubah perilaku seseorang dalam jangka waktu tertentu. Trauma sedang biasanya disebabkan karena kasus pembunuhan, musibah atau kecelakaan yang telah merenggut nyawa orang-orang terdekat.

Penanganan ‘trauma sedang’ hampir sama dengan trauma ringan hanya saja harus dilakukan lebih intensif. Cara-cara yang dapat dilakukan antara lain intensif mendengarkan, jangan menasehati, beri rasa nyaman, jangan ungkit masa lalu apalagi penyebab trauma, gali informasi tentang apa yang disukai dan tidak disukai, berikan motivasi dan hargai setiap kehadiran korban di depan banyak orang dan ajak bermain dengan games mendidik.

Selanjutnya, trauma berat yang adalah trauma akibat suatu kejadian yang telah menggangu kejiwaan seseorang. Trauma yang ini sulit disembuhkan karena itu sebaiknya melibatkan psikolog atau psikiater.

Penanganan ‘trauma berat’ bisa dilakukan dengan melatih kejiwaan supaya tetap stabil yaitu dengan sering berdoa, menyanyikan lagu-lagu penyembah dan hidup seleras sesuai maunya Tuhan kita.

 

Penulis: Yudith Rondonuwu dan berbagai sumber

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *