Carlo Brix Tewu, Putra Minahasa Pjs Gubernur Sulawesi Barat

JAKARTA, Bagitu.com – Perjalanan panjang di Kepolisian menghantar Irjen Pol Carlo Brix Tewu sebagai pejabat sementara (Pjs) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar). Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo sudah mendapat restu Presiden Joko Widodo.

Gubernur Sulawesi Barat

SULBAR : Pjs. Gubernur Sulawesi Barat, Irjen Pol Carlo Tewu bersama Istri. (Foto : Simon/www.bagitu.com)

Tidak menunda lama, Mendagri langsung melantik Tewu hari ini, Jumat (30/12) di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, pada pukul 16.00 WIB. Tewu yang dikenal akrab dengan pers kabarnya bersiap mengelar konferensi pers terkait jabatan barunya ini.

Mantan Kapolda Sulawesi Utara ini dipercayakan menggantikan Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat Ismail Zainuddin yang menjadi pelaksana harian (plh) Gubernur Sulbar mengisi kekosongan jabatan pasca Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh dan wakil Aladin Mengga selesai pada 14 Desember.

Tewu dinilai mampu menjalankan tugas tersebut dengan latarbelakang orang Sulawesi dan segudang pengalamannya. Apalagi ia matang di jabatannya saat ini sebagai staf ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam).

Carlo Brix Tewu adalah putra Minahasa (Sulawesi Utara) yang lahir di Tondano 13 September 1962. Suami dari wanita cantik berdarah Sunda, Liana Tewu, ini pernah menjabat Kepala Kepolisian Daerah Sulut masa jabatan Agustus 2010 – Maret 2012.

Lulusan Akpol 1985 ini pernah mengemban tugas sebagai Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri.

Sejak 16 Maret 2016 sampai saat ini ia adalah Staf Ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi Kemenko Polhukam. Tewu punya segudang jasa bagi Indonesia.

Ia pernah bertugas di Timor Timor (Timor Leste) sebagai Kadit Serse Polda Timor Timur. Konflik dan aneka kepentingan di sana membuat Tewu pernah terkena imbas dan turun pangkat dari Mayor Pol jadi Kapten Pol.

Pada tahun 2001 namanya kembali melejit ketika berhasil meringkus Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, putra mantan Presiden Soeharto. Setelah naik pangkat kariernya terus melejit.

Namanya pun makin diperhitungkan di negara ini karena ia dan tim berhasil mengungkap kasus pembunuhan hakim agung Safiudin Kartasasmita di Jakarta masih di tahun 2001.

Setahun kemudian, 2002, Tewu terus bertugas di lapangan dan bergabung dalam tim Ditserse Polda Metro Jaya. Ia dan tim ini berhasil menorehkan prestasi dengan menangkap pimpinan teroris Imam Samudra di Pelabuhan Merak, Banten.

Jabatan yang pernah dipercayakan kepadanya antara lain Kaditserse Polda Timor Timur, Kasatserse Narkotika Ditserse Polda Metro Jaya, Dir Narkoba Polda Metro Jaya, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Wadir I/Kamtranas Bareskrim Polri, Wakapolda Sulawesi Utara, Kapolda Sulawesi Utara, Karojianstra Sops Polri, Dirtipidum Bareskrim Polri dan kini staf ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi Kemenko Polhukam (2016-sekarang).

Penulis: Yudith Rondonuwu.

Editor : Simon Siagian

Tags: