by

Kesepakatan Gencatan Senjata di Aleppo Resmi Berlaku, Rusia dan Turki Sebagai Penjamin

Aleppo bagitu.com
Kondisi Kota Aleppo pada Jumat (23/12/2016) setelah militer Suriah merebutnya dari kelompok pemberontak. (GettyImages)

MOSKOW, bagitu.com – Upaya gencatan senjata antara Pemerintah Suriah dan kelompok pemberontak akhirnya menemui titik terang. Setelah seminggu berlangsungnya perundingan antara Rusia, Turki dan Iran yang menyepakati upaya gencatan senjata di Suriah, akhirnya Pemerintah Suriah dan kelompok pemberontak sepakat untuk berdamai.

Rusia yang sempat menurunkan militernya untuk membantu Pemerintahan Suriah menyatakan bahwa upaya gencatan senjata ini menjadi pembahasan utama dengan Turki dan Iran pada Senin (19/12/2016) lalu. Perundingan itu menghasilkan proposal kesepakatan gencatan senjata di Suriah pada Rabu (28/12/2016) seperti dilaporkan Reuters.

Kabar baik juga datang dari Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengatakan bahwa Pemerintah Suriah sudah melakukan perundingan dengan kelompok pemberontak. Proposal kesepakatan antara Rusia dan Turki untuk gencatan senjata di Suriah kini dinyatakan berlaku pada Kamis (29/12/2016) tengah malam waktu Suriah.

Dari pusat pemerintahan Rusia di Kremlin, Moskow, Putin mengumumkan hasil perundingan pada Kamis (29/12/2016) siang waktu setempat. Ada tiga dokumen yang sudah disepakati serta ditandatangani oleh pihak Rusia, Turki, Suriah dan kelompok pemberontak.

Dokumen pertama berisi tentang kesepakatan gencatan senjata antara Pemerintah Suriah dan kelompok pemberontak yang adalah opoisisi pemerintah. Dokumen kedua berisi tentang upaya pengawasan terhadap kesepakatan gencatan senjata. Dokumen ketiga berisi tentang upaya untuk menuju perundingan damai.

Putin juga berencana untuk mengurangi jumlah militer Rusia di Suriah sebagai tindakan awal untuk mendukung upaya gencatan senjata dan perdamaian di Suriah. Namun Putin menegaskan bahwa Rusia akan tetap memerangi terorisme serta akan selalu berpihak pada Pemerintahan Presiden Assad di Suriah.

Dalam kesepakatan gencatan senjata itu, Rusia dan Turki akan berperan sebagai pihak penjamin kesepakatan itu. Hubungan Rusia dan Turki yang sempat memanas dalam 5 tahun terakhir ini kian membaik setelah diadakan perundingan.

Upaya perundingan damai kedua negara itu sempat dikacaukan oleh pihak lain yang memprovokasi dengan melakukan penembakan terhadap Duta Besar Rusia untuk Turki di Ankara sehari sebelum perundingan di Moskow. Namun Rusia dan Turki tidak terprovokasi dengan insiden tersebut dan akan mengusut sampai tuntas insiden penembakan itu.

Perlu diketahui bahwa kesepakatan gencatan senjata ini hanya berlaku antara Pemerintahan Suriah dan kelompok pemberontak di Aleppo. Kesepakatan ini tidak berlaku pada kelompok jihad seperti kelompok Islamic State (ISIS) dan kelompok Jabhat Fateh al-Sham yang juga bertempur di Suriah.

 

Penulis: Leon Manua.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *