Pasukan Elit Irak dan Pasukan Gabungan Kempung IS di Mosul

pasukan irak

Pasukan Elit Irak sedang melancarkan serangan mortir kepada kelompok Islamic State di kota Mosul. (Reuters)

BAGHDAD, bagitu.com – Militan elit Irak yang tergabung dalam Counter Terorism Service (CTS) mulai menggempur kelompok Islamic State (ex-ISIS) sejak Jumat (6/1/2017) pagi waktu setempat. Pertempuran yang berlokasi di kota Mosul bagian timur itu merupakan rekasi keras terhadap Islamic State yang belum meninggalkan kota Mosul.

Juru bicara CTS Sabah al-Numan mengatakan bahwa pasukan mereka mulai melintasi seluruh anak sungai Tigris sejak tengah malam dan menuju ke basis Islamic State di distrik Muthanna. “Kami menggunakan peralatan khusus untuk mengejutkan musuh, mereka tidak akan mengira kalau serangan kita akan dilakukan kembali pada malam hari karena sudah melepaskan serangan total pada siang hari,” kata al-Numan.

Menurut al-Numan, mereka mendapatkan dukungan dari pasukan koalisi Amerika Serikat berupa dukungan serangan udara. Terhadap dukungan pasukan koalisi AS tersebut, al-Numan mengatakan bahwa ada 19 kali serangan yang menewaaskan puluhan militan Islamic State.

Ini merupakan tahap kedua dari upaya untuk memukul mundur Islamic State di kota terbesar di Irak itu yang sudah berjalan selama  12 minggu. Serangan di Mosul ini kemudian menjadi serangan terbesar sejak invasi AS pada Perang Teluk II tahun 2003 lalu.

Pasukan elit ini berkekuatan 100.000 pasukan gabungan dari koalisi AS, pemerintah Irak, pasukan keamanan Kurdi serta milisi Syiah. Mereka mulai menyerang Islamic State di desa-desa dan kota-kota sekitar Mosul. Namun serangan itu mendapat perlawanan sengit dari Islamic State yang sudah terlebih dahulu merebut Mosul. Islamic State dikatakan menyebarkan para penembak jitu, bom bunuh diri dengan mobil, serta warga sipil sebagai tameng.

Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi mengatakan bahwa pasukan Irak akan segera “memotong kepala ular” dan memukul mundur kelompok ulta-garis keras dari Mosul. Hal itu diumumkan al-Abadi pada sebuah pidato kenegaraan pada Jumat (6/1/2017) pagi seperti diberitakan Reuters.

Sejauh ini pasukan Irak baru merebut lebih dari setengah Mosul timur karena penyeberangan sungai Tigris baru saja dilakukan. Setelah berhasil menyeberang, maka pasukan Irak akan melancarkan serangan untuk merebut Mosul barat yang masih dikuasai kelompok Islamic State. Kantor berita Reuters mencatat bahwa ada lebih dari 100.000 warga sipil telah melarikan diri, namun 1,5 juta warga sipil masih tinggal di bagian belakang kota Mosul.

pada Jumat (6/1/2017) siang waktu setempat, Pasukan AS yang bertempat di sebelah selatan Mosul menembakkan roket HIMARS yang menyasar kelompok Islamic State sebuah distrik utara. Sedangkan militer Irak ditempatkan pada barisan depan di utara. Strategi ini adalah untuk mendukung militer Irak dengan serangan jarak jauh menggunakan roket HIMARS.

Penulis: Leon Manua

 

Tags:
author

Author: