by

Omzet Perikanan Tangkap RI Naik 7% di 2016, Susi Siapkan Rp 2 Triliun Untuk Nelayan

JAKARTA, bagitu.com – Data Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat peningkatan realisasi produksi perikanan tangkap tahun 2016 sebesar 300 ribu ton dibanding realisasi tahun 2015. Tahun 2016 realisasi mencapai 6,83 juta ton sementara realisasi tahun 2015 hanya 6,52 juta ton.

Ikan Tangkap
Gambar Ilustrasi

Dicapainya volume produksi sebesar 6,83 juta ton, maka diperoleh nilai produksi sebesar Rp 125,38 triliun. Capaian ini meningkat dari nilai produksi 2015 sebesar Rp 116,31 triliun.

“Dibanding tahun 2016, produksi perikanan tangkap kita di tahun 2016 ada peningkatan. Tahun 2015 realisasi sebesar 6,52 juta ton, tahun 2016 estimasinya sekitar 6,83 juta ton dengan nilai produksi mencapai Rp 125,38 triliun,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Zulficar Mochtar dalam jumpa pers di Gedung Mina Bahari II, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Kamis (5/1).

Tapi, lanjut Zulficar, data ini masih sementara, karena kita masih harus dikonfirmasi lagi oleh berbagai pelabuhan lainnya.

Peningkatan ini karena adanya dukungan peningkatan penerbitan izin penangkapan ikan yang dikeluarkan KKP kepada kapal-kapal lokal, kata Zulficar.

Sepanjang tahun 2016, tambahnya, ada 6.573 total izin, yang terdiri dari 2.313 SIUP (Surat Izin Usaha Penangkapan), 3.944 SIPI (Surat Izin Penangkapan Ikan), dan 316 SIKPI (Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan).

Selain itu, KKP juga melakukan penataan perizinan dengan melakukan gerai perizinan ukur ulang kapal di 32 lokasi, dan pemberlakuan proses perpanjangan izin berbasis online.

“Kami juga sudah melakukan e-service perizinan dan ini bisa selesai dalam lima hari. Dengan e-service perizinan ini, pengurusan izin tidak perlu dibawa ke Jakarta. Proses perpanjangan izin menjadi berbasis online, dan kita punya web yang bisa dipantau di situ,” jelas Zulficar.

Zulficar mengatakan, berdasarkan rencana strategis yang telah disusun oleh KKP, tahun 2017 ditargetkan produksi perikanan tangkap sebesar 6,63 juta ton. Meski jumlahnya lebih sedikit dari realisasi tahun 2016, namun nilai produksi masih meningkat mencapai Rp 134 triliun.

Data Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) menjelaskan, kelompok ikan laut Tuna, Cakalang, dan Tongkol (TCT) menjadi jenis ikan yang paling banyak dikonsumi masyarakat Indonesia saat ini.

Hal ini didorong dengan jenis produk ikan yang paling banyak dikonsumsi didominasi oleh produk ikan segar, yakni sebanyak 76%.

Kelompok ikan Tuna Tongkol Cakalang menjadi yang paling banyak dikonsumsi dengan porsi 16.45%. Kemudian disusul dengan Kelompok Ikan dan Makanan Jadi (KIMJ) seperti bakso, sosis, nugget dan lainnya sebesar 9,02%.

Berturut-turut disusul oleh kelompok ikan lele, patin, dan gabus 7,92%, Kembung 6,65%, Bandeng 5,43%, Mujair/Nila 5,26%, Udang dan Cumi 3,87%, Teri 3,36%, kelompok TCT asin 2%, dan ikan kembung asin 1,36%.

Siapkan Rp 2 Triliun

Untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di tahun 2017 telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 2,02 triliun. Sebesar Rp 1,4 triliun akan digunakan untuk kegiatan prioritas.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *