by

Enam Manfaat Pendakian Gunung untuk Anak-anak

MENDAKI gunung atau hiking merupakan salah satu hobi yang ternyata banyak manfaat positif. Bukan hanya bagi orang dewasa tetapi juga anak-anak. Mendaki gunung terkategori hobi yang ekstrim namun cocok untuk anak-anak aktif dan cerdas.

Ilustrasi: Clemes Togas seorang pelajar SMP dari Kota Manado berhasil pencapai puncak Mahameru Gunung Semeru Jawa Timur. (foto: dok.pribadi)

Berikut ini kami coba jabarkan manfaat pendakian gunung untuk anak-anak versi pendaki cilik bernama Rinjani (Jawa) dan Clemes Togas (Sulawesi). Rinjani adalah anak sekolah dasar berjenis kelamin perempuan yang baru-baru ini berhasil menaklukkan 4 puncak tertinggi di Pulau Jawa dan  Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Clemens seorang pelajar SMP asal Manado, Sulawesi Utara yang kini berdomisili di Kalimantan Utara dan sudah menaklukkan beberapa puncak gunung di Jawa dan Sulawesi.

Rinjani dan Clemens sama-sama mendapat dukungan orangtuanya karena dalam kehidupan sehari-hari seperti di sekolahnya, Rinjani mengaplikasikan rasa empati dan hal positif lainnya yang ia dapat dari pengalamannya mendaki gunung. Nah, banyak kan manfaat pendakian gunung. Berikut enam manfaat hiking untuk anak-anak:

1.Memperkenalkan alam dan potensinya

Dalam sebuah pendakian gunung seseorang akan bertemu dengan berbagai jenis tanaman, serangga dan hewan besar. Bukan itu saja, cerita atau diskusi dalam perjalanan tersebut akan menambah pengetahuan bagi si Anak. Tentu saja tim yang berangkat dengan anak-anak haruslah terdiri dari orang-orang yang memahami karakter anak sehingga dalam pembicaraan selama proses pendakian adalah hal-hal yang mendidik anak-anak yang tergabung dalam tim tersebut.

Anak yang mendaki otomatis akan mempelajari tentang bentangan alam, jenis-jenis tanah dan bebatuan, gejala alam, menikmati panorama dan mengenal potensi alam lainnya.

2.Melatih fisik kuat

Fisik yang kuat menjadi syarat mutlak bagi seorang pendaki gunung. Medan yang akan dilalui terjal dan gunung-gunung yang terkategori gunung tertinggi di daerahnya, membutuhkan skill panjat tebing atau panjat dinding untuk mencapai puncaknya.

Seorang anak yang terbiasa mendaki gunung pastilah otot-otot pada tubuhnya akan terbentuk secara otomatis. Demikianlah ia akan terbiasa bergerak, berolahraga dan pastilah memiliki tubuh yang sehat.

3.Menumbuhkan rasa empati

Pendakian gunung biasanya dilakukan oleh tim. Dalam prakteknya pasti ada pembagian logistik makanan, cemilan dan lainnya. Anak-anak yang gemar mendaki pasti akan mengerti apa artiya berbagi makanan, berbagi selimut dan berbagi tugas. Mereka juga akan mengetahui makanan mana yang merupakan sumber energi, mana yang bisa dikonsumsi dan mana yang sebaiknya dihindari.

Clemes Togas dan adiknya Blessing Togas (SD) beberapa kali terlibat pendakian dalam misi untuk menginspirasi anak-anak supaya memiliki tekat yang kuat dalam hal benar. (foto: dok pribadi).

4.Manajemen logistik

Anak-anak akan belajar manajemen logistik, waktu, tenaga, asah logika dan analisa sampai pengelolaan emosi. Mereka akan belajar melakukan estimasi kebutuhan logistik untuk pendakian. Misalnya dalam target mencapai puncak dalam 3 hari maka logistik atau makanan dan minuman yang akan dibawa berapa banyak.

Jam makan haruslah sesuai jadwal ideal supaya tidak ada yang sakit perut atau bermasalah dengan pencernaannya sebab di gunung tiada ada toilet.

5.Lebih mencintai lingkungan

Jangan buang sampah sembarangan adalah ajakan yang nampak sepele tetapi punya manfaat sangat besar bagi kehidupan manusia. Dari sebuah pendakian anak-anak akan belajar bagaimana tindakan mencintai lingkungannya antara lain, jika membawa makanan ringan ke puncak gunung berarti turun, harus membawa sampahnya, tidak boleh dibuang sembarangan apalagi buang di hutan. Semua tahun bahwa bahan plastik butuh ratusan bahkan ribuan tahun untuk terurai.

6.Mental dengan tekat yang kuat

Sebuah pendakian akan sukses ketika semua tim kompak dalam mencapai tujuan yaitu puncak gunung tersebut. Dalam prakteknya anak-anak akan terbiasa memiliki mental yang kuat dalam meraih sesuatu, dengan cara yang benar tentunya. Nah, mental yang kuat pastilah akan membuat anak-anak bisa lebih rajin ke sekolah, melakukan aktivitas positif lainnya dengan optimisme dan niscaya cepat meraih suksesnya.

 

Penulis: Yudith Rondonuwu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *