by

TNI Bantah Berikan Latihan Militer Untuk FPI

fpi latihan bela negara
Foto di akun Instagram DPP FPI yang menunjukan Pelatihan Bela Negara di Lebak Banten. (Instagram)

JAKARTA, bagitu.com – Insiden pemukulan Widodo yang merupakan salah satu kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) oleh anggota Front Pembela Islam (FPI) kini makin melebar. Berawal dari penolakan sejumlah warga terhadap kampanye calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidajat di Jakarta Barat, Widodo yang mendampingi Djarot kemudian harus mendapatkan pukulan dari anggota FPI saat hendak pulang dari kampanye.

Insiden ini kemudian mengundang reaksi dari sejumlah pihak. Calon gubernur DKI Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan bahwa menyesali adanya oknum yang melakukan pemukulan terhadap Widodo. Ahok meminta kepada para kader PDI-P, tim sukses dan relawan agar tidak terpancing dengan aksi oknum anggota FPI ini.

Pihak FPI melalui Sekretaris Jendral FPI Novel Chaidir Hasan membantah sejumlah pemberitaan yang mengatakan bahwa anggota FPI melakukan pengeroyokan terhadap Widodo. Menurut Novel, mereka justru melakukan perkelahian satu lawan satu. Novel bahkan menuduh Widodo sebagai provokator karena mengatakan hal yang tidak benar. “Kalah lawan FPI malah mengaku dikeroyok. Justru Widodo provokatornya,” ungkap Novel.

Akibat insiden ini akhirnya nama baik Tentara Nasional Indonesia (TNI) ikut terbawa dalam isu miring. TNI dikatakan memberikan pelatihan militer untuk anggota FPI. Hal itu disebabkan karena beredarnya foto-foto di media sosial yang menunjukan anggota TNI dan FPI dalam suatu pelatihan. Hal itu kemudian dibantah pihak TNI dengan menjelaskan bahwa itu bukan pelatihan militer melainkan pelatihan bela negara.

Pelatihan bela negara yang diperoleh beberapa anggota FPI ini diakui oleh pihak TNI dari Komando Daerah Militer (Kodam) III Siliwangi. Menurut Kepala Penerangan Kodam III Siliwangi Desi Aryanto, pihaknya pernah memberikan pelatihan bela negara kepada pada santri di salah satu pesantren di Lebak.  “Tidak semua FPI, ada beberapa,” ujar Aryanto yang sekaligus membantah isu yang mengatakan kalau TNI memberikan pelatihan militer kepada FPI.

Aryanto mengatakan bahwa TNI dari Komando Distrik Militer (Kodim) Lebak baru saja menggelar pelatihan bela negara pada 5 dan 6 Januari 2017. Pelatihan tersebut diikuti oleh 120 santri, yang kebetulan ada juga anggota FPI. Pelatihan bela negara tersebut memang tidak secara khusus melatih FPI, tapi sebagai masyarakat, anggota FPI juga bisa ikut karena kegiatan ini memang terbuka bagi semua kalangan masyarakat.

Pelatihan bela negara adalah kegiatan rutin yang digelar TNI sesuai aturan dan prosedur yang berlaku dalam hirarki TNI. Untuk kepesertaannya juga terbuka bagi siapa saja warga negara Indonesia yang ingin mengikuti pelatihan bela negara. Sebenarnya, pelatihan bela negara ini lebih mirip dengan pelatihan kepanduan dalam organisasi Pramuka dan bukan pelatihan militer.

Pelatihan bela negara biasanya dilakukan oleh TNI dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme masyarakat yang berjiwa Pancasila. Biasanya, dalam pelatihan bela negara, materi berupa teori maupun praktek akan disajikan ala militer. Namun pada pelatihan bela negara bukanlah pelatihan militer, hanya sebatas pelatihan fisik, mental dan disiplin saja.

Penulis: Leon Manua

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *