Mantan Presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani Meninggal Dunia

Mantan Presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani. (net)

TEHERANbagitu.com – Dukacita meliputi Iran, pasalnya mantan Presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani meninggal dunia setelah menderita serangan jantung. Kabar tentang wafatnya Rafsanjani diumumkan secara resmi melalui media pemerintah Iran pada Minggu (9/1/2017) sore waktu setempat. Rafsanjani wafat pada usia 82 tahun, seperti dilansir Reuters dari media lokal iran.

Menurut Wakil Menteri Kesehatan Iran, Rafsanjani sempat dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami serangan jantung. Upaya pertolongan medis sudah diupayakan tim dokter namun tidak berhasil menolong Rafsanjani dari penyakitnya.

Jenazah Rafsanjani kemudian dikembalikan kepada pihak keluarga untuk upacara pemakaman. Asisten pribadi Rafsanjani, Hossein Marashi mengatakan bahwa upacara pemakaman akan dilaksanakan di Teheran pada Selasa (10/1/2017), seperti dilansir dari kantor berita Fars.

Warga Iran yang merasa kehilangan atas wafatnya Rafsanjani mulai berkumpul di Teheran Utara tepatnya di depan rumah sakit yang merawat Rafsanjani. Mereka turut berdukacita atas kepergian Rafsanjani, seorang tokoh besar bagi warga Iran. Sedangkan beberapa stasiun televisi milik negara memasang tanda hitam di sudut layar sebagai tanda berkabung nasional.

Rafsanjani merupakan presiden keempat Iran yang menjabat sejak tahun 1989 sampai tahun 1997, menjadi seorang yang paling berpengaruh dalam politik Iran juga dalam agama Islam di Iran. Rafsanjani dikenal sebagai tokoh pilar revolusi Islam di Iran dengan pemikiran yang luas seperti kebijakan politik pragmatis, liberalisasi ekonomi, membangun kerjasama yang baik dengan negara-negara Barat, serta pemberdayaan badan pemilihan umum Iran.

Pemikirannya banyak mempengaruhi kebijakan politik dan ekonomi Iran hingga saat ini sehingga membuat Iran menjadi negara yang mandiri serta diperhitungkan oleh negara-negara lain. Meski demikian, Rafsanjani juga banyak mendapat penolakan dari beberapa kelompok yang tidak sependapat dengannya.

Selama menjabat sebagai Presiden Iran, Rafsanjani menerapkan kebijakan ekonomi dalam negeri berdasarkan konsep ekonomi liberal. Sedangkan untuk kebijakan luar negeri, Rafsanjani terus berupaya membangun hubungan baik dengan negara-negara Arab dan Asia Tengah. Namun hubungan dengan Irak dan Amerika Serikat serta beberapa negara Eropa belum membaik. Hal itu terus diupayakannya dengan berbagai cara.

Setelah menyelesaikan pengabdiannya sebagai Presiden Iran, Rafsanjani kembali terjun kedunia politik sebagai anggota parlemen Iran. Rafsanjani juga terpilih sebagai Ketua Majelis Ahli mewakili Teheran. Dalam karir politiknya, Rafsanjani terus memperjuangkan konsep-konsep yang dipeganggnya saat menjabat Presiden. Konsep-konsep tersebut antara lain kebebasan berekspresi, kebebasan pers, toleransi dalam masyarakat, dan mengecam penindasan aktivis.

Penulis: Leon Manua

Tags:
author

Author: