by

Terkait Upaya Makar, Polisi Ungkap Aliran Dana Rp 300 Juta dari Rachmawati

Rahcmawati Soekarnoputri saat menerima “Bela Negara Award” dari LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat).

JAKARTA, bagitu.com – Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Rahcmawati Soekaronoputri, Polisi menemukan adanya aliran dana sebesar Rp 300 juta dari rekening Rachmawati kepada Alvin Indra Al Fariz. Polisi menyebutkan bahwa Rachmawati mencairkan uang dari deposito kemudian dikirim kepada Alvin Indra untuk digunakan dalam aksi di gedung MPR/DPR.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono pada Senin (9/1/2017). “Rachmawati cairkan deposito Rp 300 juta lalu dikirim kerekening Alvin Indra,” ungkap Yuwono. Polisi juga masih menyelidiki apakah uang tersebut benar-benar bersumber dari Rachmawati sendiri atau bersumber dari pihak lain.

Dengan melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Polisi berhasil membongkar aliran dana dari Rachmawati tersebut. Sebelumnya Polisi sangat hati-hati dalam mengungkap aliran dana dari beberapa tersangka dugaan makar. Setelah melengkapi Berita Acara Pemeriksaan terhadap Rachmawati pada Selasa (3/1/2016), akhirnya Polisi secara tegas melakukan pemeriksaan aliran dana dugaan makar.

Yuwono menyebutkan bahwa uang sebesar Rp 300 juta itu dikirim pada akhir November 2016 yang kemungkinan akan digunakan untuk membiayai aksi makar. Dana itu diduga akan digunakan untuk kebutuhan logistik seperti makanan dan minuman untuk massa aksi. Dana tersebut ditemukan masuk ke rekening Alvin Indra yang adalah seorang aktivis serikat buruh.

Rachmawati ditangkap di kediamannya pada 2 Desember 2016, sesaat sebelum aksi Super Damai 212. Dalam waktu yang hampir bersamaan, Polisi juga menangkap enam tersangka lainnya yaitu Alvin Indra, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Adityawarman, dan Kivlan Zein. Keenamnya dijerat dengan Pasal 107 KUHP tentang Makar Jo Pasal 110 KUHP tentang Pemufakatan Jahat Jo. Pasal 87 KUHP tentang Permulaan Pelaksanaan Makar.

Selain mereka, Polisi juga menangkap musisi Ahmad Dhani yang kemudian dijerat dengan Pasal 207 KHUP tentang Penghinaan Terhadap Penguasa Umum. Tiga aktivis lainnya yang ditangkap pada 2 Desember 2016 adalah Sri Bintang Pamungkas, Rizal Kobar dan Jamran yang dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 UU ITE dan Pasal 107 KUHP tentang Makar Jo Pasal 110 KUHP tentang Pemufakatan Jahat.

Pada 19 Desember 2016 lalu Rachmawati sempat menerima penghargaan bela negara atau Bela Negara Award oleh LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) yang diserahkan pada 22 Desember 2016. Menurut LSM LIRA, Rachmawati dinilai sebagai seorang tokoh pergerakan yang memiliki rasa cinta dan rasa khawatir terhadap perjalanan bangsa dan negara meskipun dalam kondisi keterbatasan fisik.

Penulis: Leon Manua.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *