Rizieq Tuding BI terkait Komunis, Agus Martowardojo Berang

Agus Martowardojo dan Rizieq Shihab. (foto:antara,suaranasional)

JAKARTA, bagitu.com— Sebuah bangsa akan menjadi besar jika semua warga negara saling menghormati dan menghargai karya anak bangsa lainnya. Namun, di tengah kondisi bangsa yang sedang berjuang dalam pembangunan menaikkan derajat bangsa di mata dunia, ada saja oknum-oknum yang malah memperkeruh suasana di dalam negeri.

Hal tersebut juga yang terjadi saat pimpinan Ormas Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab menuduh uang baru yang dikeluarkan pihak Bank Indonesia memiliki kaitan dengan paham komunis.

Menurut Rizieq, dalam uang baru tersebut ada lambang palu arit yang merupakan lambang komunis. Bahkan dia menuduh Presiden Joko Widodo juga terkait dengan Partai komunis tersebut.

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo menanggapi hal ini berang dan menegaskan Rupiah merupakan salah satu lambang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dia mengingatkan kepada semua pihak untuk menghormati dan memperlakukan uang Rupiah dengan baik.

“Uang Rupiah ditandatangani bersama oleh Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan Republik Indonesia. Uang Rupiah tidak memuat simbol terlarang palu dan arit,” tegasnya.

Dia menjelaskan, pihak-pihak yang memperkeruh suasana mempersepsikan logo Bank Indonesia yang dipotong secara diagonal sebagai simbol palu dan arit. Padahal menurutnya, gambar tersebut merupakan gambar saling isi (rectoverso) yang merupakan bagian dari unsur pengaman uang Rupiah.

“Unsur pengaman dalam uang Rupiah bertujuan agar masyarakat mudah mengenali ciri-ciri keaslian uang, sekaligus menghindari pemalsuan,” katanya, Selasa (10/1) di Jakarta.

Menurutnya Martowardojo, gambar rectoverso dicetak dengan teknik khusus sehingga terpecah menjadi dua bagian di sisi depan dan belakang lembar uang, dan hanya dapat dilihat utuh bila diterawang. Rectoverso kerap digunakan sebagai satu unsur pengaman sejumlah mata uang dunia, karena rectoverso sulit dibuat dan memerlukan alat cetak khusus.

“Di Indonesia, rectoverso telah digunakan sebagai unsur pengaman Rupiah sejak tahun 1990-an. Sementara logo BI telah digunakan sebagai rectoverso uang Rupiah sejak tahun 2000,” jelasnya.

Pernyataan Rizieq tersebut, membuatnya harus kembali menghadapi proses hukum setelah dilaporkan dua kelompok masyarakat. Sebelumnya, Jaringan Intelektual Muda Anti Fitnah (JIMAF) sudah melaporkan hal tersebut kepada pihak Kepolisian Polda Metro Jaya.

Kini, kelompok masyarakat yang menamakan diri sebagai Solidaritas Merah Putih (Solmet) melaporkan pimpinan FPI itu terkait hal sama, pernyataannya tentang lambang palu arit dalam uang kertas baru yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI).

“Maksud tujuan ke sini, kami dari Solidarits Merah Putih sebagai warga anak bangsa yang cinta kepada NKRI, Pancasila, dan UUD 45, serta Bhineka Tunggal Ika merasa sangat marah dan tersinggung dengan apa yang dikatakan saudara saudara Rizieq,” kata Ketua Solmet, Sylver Matutina di Mapolda Metro Jaya, Selasa (10/1) sore.

Ditambahkannya, pernyataan Rizieq tersebut sangat menyinggung anak bangsa dan mengarah kepada provokasi dan fitnah.

“Ini sangat melecehkan dan memfitnah dan memprovokasi seolah-olah negara ini sudah dikuasain sama komunis, padahal mana ada komunis sekarang ada di Indonesia,” tegasnya.

Penulis: Franky Tangkudung

Tags: