Autumn de Forest Pelukis Remaja yang Kaya, Cantik dan Dermawan

SEMUA orangtua pasti akan bangga dan senang jika anaknya berprestasi. Apalagi jika prestasi itu menghasilkan uang yang tidak sedikit tanpa disangka-sangka. Sungguh kasih karunia bagi orangtuanya yah?

Itulah wujud dari kehidupan seorang remaja putri bernama Autumn de Forest. Gadis belia berparas cantik asal Amerika yang lahir pada tahun 2001 adalah seorang pelukis remaja yang sudah menghasilkan sampai miliaran rupiah. Luar biasanya dana dari hasil penjualan lukisan itu sebagian besar disumbangkan kepada orang yang kurang mampu. Sungguh gadis belia yang sempurna cantik, kaya dan dermawan.

Autumn de Forest-pelukis cilik yang Mendunia. (foto: majalahkartini)

Autumn de Forest kini dikenal sebagai seniman profesional. Lukisannya telah tersebar di berbagai negara di dunia. Ia bahkan mendapat julukan “anak ajaib” yang jenius dalam seni melukis. Julukan itu makin melekat padanya pasca cerita hidupnya ditayangkan dalam sebuah program khusus Discovery Channel.

Bukan hanya Discovery Channel, kisah hidupnya telah menginspirasi banyak orang. Tak heran Autumn telah mendapatkan tur media nasional. Ia diwawancarai oleh Matt Lauer pemandu acara Today Show lalu ditampilkan di Inside Edition, ABC, CBS, FOX dan berita NBC.

Autumn menjual lukisan pertamanya Rp 13 juta atau senilai $1.000. Saat ini ia sudah berkomitmen untuk mendedikasikan waktu dan hobi hanya untuk kegiatan amal. Beberapa hasil penjualan lukisannya disumbangkan ke Habitat for Humanity dan Palang Merah Dunia.

Kemampuan dan kepedulian yang luar biasa itu juga membawanya menjadi motivator di Amerika Serikat. Ia menjadi pembicara di perusahaan global, universitas, badan amal, dan berbagai organisasi. Gadis murah senyum ini juga menjadi salah satu pembicara di konvensi tahunan Asosiasi Pendidikan Seni Nasional bersama seniman internasional ternama, Chuck Close dan Peter Max.

Prestasinya itu membuatnya menjadi foto utama alias foto sampul berbagai majalah ternama di Amerika yaitu Majalah American Girl, Parenting, dan The Huffington Post. Kepeduliannya di bidang kemanusiaan dan pendidikan bukan hanya di Amerika Serikat tetapi sampai ke Haiti dan Jepang. Sungguh menginspirasi.

Rupanya bakat melukis tidak menurun dari kedua orangtua kandungnya. Hanya memang nenek moyangnya ada yang berdarah seniman. Ia pun banyak belajar dari karya pelukis Amerika abad kedua puluh yaitu Roy de Forest (1930-2007); Lockwood de Forest (1850-1932), dan George de Forest Brush (1855-1941).

Autumn adalah seorang remaja yang terkategori pekerja keras. Sebagian besar karyanya dalam dimensi 4 ‘x 6’ jangkauan. Lukisan vertikal dengan ukuran yang kecil yang menjadi ciri khasnya memang unik dan mahal karena tingkat kesulitannya tinggi yaitu dalam mencapai daerah kanvas.

Dalam proses melukis Autumn meletakkan kanvas skala besar di tanah dan harus berputar-putar di sekitar itu dalam melukisnya. Cara mengakses pusat lukisan besar yaitu dengan membuat “jembatan” yang merentang lebar dan panjang. Sungguh pekerjaan yang unik, menantang dan tidak mudah untuk remaja seusianya.

Ia sudah menginspirasi banyak orang. Pembuktian bahwa orang muda yang memiliki kreativitas dan keindahan harus bisa mengekspresikan diri. Ia juga memotivasi para orang-orang muda sampai orang dewasa untuk terus mengembangkan diri dalam wawasan seni, kehidupan dan kreativitas.

Pada tahun 2015 tepatnya 7 November 2015, Autumn menerima penghargaan internasional yaitu Giuseppe Sciacca Award untuk bidang lukisan dan seni. Penghargaan ini sangat bergengsi karena diberikan oleh Vatikan terhadap dirinya yang dianggap sebagai individu dengan bakat dalam bidang seni dan pengetahuan dan juga peduli kemanusiaan.

Sungguh menginspirasi bukan? Jadi, jika anak Anda punya bakat seni, ayo dukung hobinya dan ingat? Jangan menargetkannya untuk menjadi anak yang sombong karena bakatnya tetapi dari bakatnya buatlah dia lebih memahami arti kepedulian terhadap sesama manusia.

 

Penulis: Yudith Rondonuwu.

 

Tags: