Teknologi 5G Akan Diterapkan di Indonesia pada 2020

Ilustrasi perbandingan kecepatan teknologi 5G pada 2020. (net)

BAGITU – Kecepatan internet seakan menjadi sebuah kebutuhan utama bagi masyarakat era digital saat ini. Teknologi generasi keempat atau 4G yang sementara diupayakan akan meluas diseluruh Indonesia, terancam ketinggalan zaman dengan teknologi generasi kelima atau 5G. Meski masih dalam tahap pengembangan, uji coba teknologi 5G akan dilakukan oleh Korea Selatan pada 2017 ini.

Spesifikasi teknologi 5G sendiri belum dirilis secara resmi oleh perusahaan-perusahaan pengembangnya. Menurut Mobile World Congress (MWC), teknologi 5G belum pasti kapan akan diluncurkan, meski beberapa perusahaan seperti Nokia dan NTT DoComo mengklaim bahwa teknologi 5G akan diluncurkan mulai tahun 2020 di Jepang.

Bagaimana dengan kecepatan teknologi 5G? Banyak perbedaan pendapat mengenai prediksi kecepatan yang akan ditawarkan teknologi 5G. Samsung misalnya menyebutkan bahwa kecepatan teknologi 5G mencapai 7,5 Gigabites per detik (Gbps), sedangkan Nokia mengklaim kecepatan teknologi 5G mencapai 10 Gbps. Hasil penelitian dari Universitas Surrey menyebutkan bahwa kecepatan teknologi 5G mampu mencapai 1 Terabites per detik (Tbps).

Teknologi 5G sengaja dirancang menjadi sebuah sistem transmisi data nirkabel (tanpa kabel) yang kecepatannya bisa menyamai kecepatan transmisi data menggunakan kabel fiber optic. Masih sama dengan teknologi 3G dan 4G yang menggunakan gelombang radio sebagai penghantar data. Teknologi 5G juga akan memakai sistem transmisi seperti itu, namun akan dibuat sedemikian rupa sehingga transmisi akan lebih cepat dan stabil.

Tentunya penggunaan transmisi gelombang radio harus berdasarkan regulasi dari badan telekomunikasi internasional atau International Comunication Union yang merupakan organisasi internasional (ITU) untuk mengatur standar gelombang radio yang digunakan di seluruh negara. Itu berarti, tidak akan banyak perubahan pada penggunaan transmisi gelombang radio pada teknologi 5G. Namun penggunaan gelombang radio akan dimaksimalkan akar bisa menghantar data lebih cepat dan stabil.

Seorang penemu teknologi 5G, Micahel Lemke melihat bagaimana perkembangan internet masa depan akan berbasis wireless (nirkabel) seutuhnya. Teknologi dengan kabel fiber optic akan menjadi usang dimasa depan. Itu sebabnya teknologi 5G dirancang agar penggunaan internet dengan kabel fiber optic bisa diminimalisasi karena besarnya biaya, walaupun memang kecepatannya mumpuni.

Indonesia salah satu sebagai pasar teknologi internet terbesar di dunia melihat hal ini sebagai sebuah solusi teknologi komunikasi masa depan. Hal ini disebabkan karena geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan, sehingga teknologi kabel fiber optic merupakan sebuah hal yang sangat mahal karena harus menyeberangi lautan.

Di Indonesia saat ini sudah berkembangan teknologi Massive MIMO yang dikembangkan oleh operator Smartfren bekerjasama dengan perusahaan teknologi ZTE. Teknologi Massive MIMO diklaim merupakan gerakan awal untuk menyabut era 5G pada 2020 yang akan diluncurkan dibeberapa negara termasuk Indonesia. Teknologi Massive MIMO sendiri saat ini digunakan untuk mengoptimalkan jaringan 4G agar lebih cepat dan stabil.

Menurut ZTE, teknologi Massive MIMO bisa diterapkan oleh operator selular yang sudahberbasis TTD (Tanda Tangan Digital). Sedangkan di Indonesia sampai saat ini hanya ada satu operator selular yang menggunakan teknologi TTD, yaitu Samrtfren. ZTE sebagai salah satu pengembang teknologi 5G sudah mulai meluncurkan teknologi Massive MIMO pada operator Smartfren pada Senin (16/1/2017).

Perusahaan perangkat internet Huawei sendiri sebagai pengembang utama teknologi 5G akan melakukan uji coba di Korea Selatan yang dikenal sebagai negara dengan internet tercepat di dunia. Berkat teknologi Massive MIMO pada perangkat ZTE dan operator Smartfren ini kemungkinan upaya pengembangan teknologi 5G akan lebih cepat dibanding Korea Selatan.

Penulis: Leon Manua

Tags:
author

Author: