Tiga Alasan Perempuan Lebih Memilih Laki-laki Usia Muda Jadi Pasangannya

PERBEDAAN usia bukan lagi persoalan dalam menjalin hubungan rumah tangga yang serius. Buktinya, banyak pasangan yang usia laki-lakinya lebih muda dari perempuan justru bertahan dan sukses dalam mempertahankan cinta sejatinya.

                                         Ilustrasi: pasangan bahagia. (net)

Tidak usah mencontoh selebriti, coba cek sekelilingmu pasti ada pasangan kakek-nenek yang beda usia tapi bahagia dalam pernikahannya. Bahkan mungkin itu dirimu atau orangtuamu. Apapun itu secara psikologis ternyata ada 3 hal utama yang membuat perempuan lebih nyaman dan cocok menikah dengan laki-laki  yang usianya lebih muda, yaitu:

1.Lebih tegas dalam mengambil keputusan

Perempuan di zaman kekinian lebih mandiri dan independen. Moderenisasi sangat berdampak pada paradigma dan sifat perempuan. Itulah mengapa sikap tegasnya akan tersalurkan kepada pasangan laki-lakinya yang lebih muda.

Pasangan laki-laki yang berusia lebih muda, bukannya tidak tegas tetapi lebih kepada sikap yang ingin belajar tentang kehidupan. Selain itu, banyak laki-laki berusia muda yang justru sifatnya lebih sabar dan lebih bijak dalam menghadapi sikap responsif perempuan.

Pertahanan yang kuat tercipta ketika pasangan bisa saling mengerti, peka dan saling menghargai. Laki-laki yang berusia muda lebih suka mengalah dan itulah yang membuat hubungan pernikahan pasangan seperti ini bertahan. Hemm.. mengalah untuk menang nih yah.

2.Lebih mencari kesenangan

Perempuan mana yang tidak mau mengalami perasaan senang dan bahagia? Hemm.. laki-laki berusia muda yang lebih suka mencoba tantangan baru akan menjadi pasangan hidup yang cocok. Sama-sama suka tantangan berarti sama-sama suka mencari kesenangan.

Perempuan bertindak lebih banyak berdasarkan perasaannya bukan logika. Perempuan akan cepat bosan dengan sesuatu yang sama setiap hari terutama soal perlakuan dari pasangannya. Itulah mengapa laki-laki muda yang selalu tampil fresh, modis dan trendi akan menjadi pasangan hidup yang cocok. Laki-laki berusia muda bahkan dianggap lebih romantis, lebih perhatian dan lebih bergairah. Pantas yah.. jika perempuannya bela-belain mempertahankannya sampai ke jenjang rumah tangga.

3.Lebih mampu bersikap dewasa

Banyak orang meyakini pernikahan atau rumah tangga yang bertahan karena pasangan suami istri tidak memiliki karakter sama. Hal yang paling sering menjadi sumber perceraian adalah keduanya sama-sama egois, emosional dan tidak mau mengalah.

Itulah mengapa jika pasangan usia muda, dimana perempuan punya sikap suka meledak-ledak dan pasangannya lebih suka menenangkan, maka pertahanan pasti kuat.

Nah, pria yang berusia muda biasanya lebih suka mengalah yang identik dengan sikap menenangkan. Lagipula perempuan yang meledak-ledak justru aslinya berhati lembut, pemaaf dan pekerja keras. Pantas aja yah, jika banyak pasangan dengan perbedaan usia banyak yang sukses.

Nah, apapun itu menurut sejumlah psikolog usia sebenarnya bukan persoalan utama untuk bahan pertimbangan menuju bahtera rumah tangga. Hal utama adalah sikap saling menerima apa adanya dan mau bertahan dalam kondisi apapun. Pasangan lebih muda? Bukan persoalan yang penting bukan memilih pasangan yang masih remaja atau anak-anak yah.. hehe.

Penulis: Yudith Rondonuwu dan berbagai sumber.

Tags: