Pascapelantikan Trump, Madonna Ingin Ledakkan White House

 

Madonna saat berpidato di depan massa anti Trump. (foto:extratv)

WASHINGTON, bagitu.com— Sosok Donald Trump yang terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat yang ke-45 memang terbilang kontroversial. Sejak dia memenangkan pemungutan suara November lalu, banyak aksi protes yang menolak Donald Trump untuk menjadi presiden.

Puncaknya, ketika Donald Trump membacakan sumpah di Capitol Hill serta memberikan pidato resminya sejak terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat, Jumat (20/1). Ribuan orang berpakaian hitam-hitam terlibat bentrokan dengan pihak keamanan setempat. Ratusan orang ditangkap karena melakukan sejumlah pengrusakan di sepanjang jalan Washington.

Namun, aksi penolakan Donald trump terus berlanjut pascapelantikan Trump tersebut. Sejumlah selebriti dan tokoh Amerika serikat bergabung dalam sebuah aksi bertajuk Woman’s March di Washington DC.

Salah satu artis kesohor Amerika Serikat, Madonna tampil melakukan orasi di hadapan para pesereta aksi yang anti Trump. Dia terlihat emosional dan sesekali mengucapkan kata makian. Bahkan dia menyebut ingin meledakkan gedung putih yang kini sudah ditinggali Donald Trump.

“Saya begitu marah. Ya, saya murka. Saya berpikir untuk meledakkan Gedung Putih. Namun saya tahu itu tidak akan mengubah apapun,” kata Madonna di hadapan para anti-Trump, Senin (23/1) waktu setempat.

Hal tersebut nampaknya harus membuat Madonna diinvestigasi lebih lanjut dan berurusan dengan Dinas Rahasia (Secret Service) Amerika Serikat. Hal ini karena apa yang diucapkan Madonna sudah berkaitan dengan keselamatan Presiden Amerika Serikat.

Tak berapa lama setelah itu, Madonna langsung memberikan pernyataan klarifikasi melalui akun media sosial miliknya. Dia menjelaskan apa yang disebutkan merupakan bentuk kiasan yang menggambarkan emosinya untuk menolak Donald Trump.

“Aksi Unjuk rasa kemarin merupakan pengalaman luar biasa dan menakjubkan. Saya datang dan menyanyikan “Express Yourself”. Itulah yang saya lakukan. Saya ingin mengklarifikasi beberapa hal penting. Saya bukan orang yang kasar dan saya tidak mendukung kekerasan. Saya ingin orang mendengar dan memahami orasi saya secara keseluruhan, bukan dengan mengambil satu kata dan menginterpretasikannya di luar konteks. Saya bicara soal kiasan di sana karena saya ingin menunjukkan dua sudut pandang, pertama adalah harapan saya dan yang kedua adalah kemarahan saya,” tulis Madonna dalam akun Instagram miliknya.

Diketahui Donald Trump resmi dilantik Jumat (20/1). Trump memenangkan pemungutan suara yang dilangsungkan November 2016 lalu. Trump memenangkan Electoral Vote yang menjadi syarat pemenang pemilihan Presiden Amerika Serikat. Namun, Rivalnya Hilarry Clinton memenangkan popular vote atau jumlah suara kumulatif dari para pemilih. Donald Trump banyak ditolak karena ucapannya yang seringkali menyerang SARA dan menyakiti beberapa kelompok yang ada di Amerika Serikat.

Penulis: Franky Tangkudung

Tags: