Gara-gara Rekannya, Satu Emas Olimpiade Usain Bolt Dicopot

Sprinter Jamaika, Usain ‘Lightning’ Bolt

BEIJING, bagitu.com— Legenda atletik dalam nomor lari jarak pendek, Usain Bolt harus merelakan satu medali emas olimpiadenya dicabut. Hal ini menyusul keputusan  IOC untuk mencabut medali emas nomor estafet tim Jamaika setelah rekan setim Bolt dalam tim estafet Jamaika, Nesta Carter positif menggunakan doping. Dengan keputusan ini, Bolt harus merelakan rekor triple-triple di cabang olahraga atletik pada Olimpiade.

Kenyataan ini, tentunya menjadi pukulan telak bagi Bolt yang sudah menyatakan mengundurkan diri pascaolimpiade Rio 2016. Kini Bolt tinggal mengoleksi  delapan emas Olimpiade dari nomor atletik yang diikutinya dalam tiga Olimpiade terakhir.

“Keputusan Ini sangat menyedihkan. Selama bertahun-tahun anda telah bekerja keras untuk mengumpulkan medali emas dan bekerja keras untuk menjadi juara, tapi dirusak satu hal,” kata pelari yang dijuluki Petir ini.

Namun dia berbesar hati, jika harus mengembalikan satu medali emas yang dimiliknya tersebut.

“Jika saya harus mengembalikannya, itu bukan masalah bagi saya,”

Carter sendiri terbukti positif doping setelah sampelnya diuji dengan metode baru pada akhir tahun lalu. Sampel Carter dalam bentuk beku jadi satu dari 454 sampel yang diuji menggunakan metode baru. Dalam tubuh Carter terdapat zat terlarang, methylhexaneamine.

Komite Disiplin IOC yang tediri dari Denis Oswald, Gunilla Lindberg, dan Ugur Erdener kemudian memutuskan bahwa hasil positif doping milik Carter berpengaruh pada hasil tim Jamaika yang dibelanya di nomor estafet.

Pada final nomor atletik 4×100 meter 2008 lalu, Carter dan Bolt bahu-membahu bersama Michael Frater dan Asafa Powell untuk membawa Jamaika jadi yang tercepat di babak final. Performa Tim Jamaika saat itu begitu impresif dengan menorehkan catatan waktu 37,10 detik yang jadi rekor dunia, unggul hampir satu detik atas Tim Trinidad-Tobago.

Carter sebenarnya juga menjadi bagian tim estafet Jamaika di Olimpiade London 2012 namun hal tersebut tak disinggung dalam laporan IOC.

Diketahui, Sprinter asal Jamaika, Usain Bolt, mengukuhkan diri sebagai sprinter terbaik sepanjang masa dengan mengukir sejarah baru sebagai satu-satunya orang yang mampu memenangi tiga nomor tersebut alias triple-triple dalam tiga Olimpiade beruntun.

Setelah mengoleksi tiga medali emas dalam Olimpiade Rio de Jenairo, Brazil 2016 lalu, Usain Bolt resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari arena olimpiade.

Pada final olimpiade terakhirnya di nomor estafet 4 x 100 meter ini, Bolt bersama tiga rekannya, Yohan Blake, Nickel Ashmeade, dan Asafa Powell, membukukan waktu tercepat 37,27 detik. Mereka unggul tak lebih dari satu detik atas tim Jepang yang menempati posisi kedua dengan catatan waktu 37,60 detik, yang merupakan rekor baru untuk Asia.

Tim Amerika Serikat yang sebelumnya menjadi pesaing Jamaika harus rela menempati tempat ketiga. Belakangan tim AS, didiskualifikasi karena berlari di luar line mereka. Alhasil, medali perunggu jatuh ke tangan tim Kanada, dengan catatan waktu 37,64 detik.

Penulis: Franky Tangkudung

Tags: