Ini Tanggapan Antasari setelah Bertemu Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo dan Antasari Azhar. (foto:fb).

JAKARTA, bagitu.com— Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar menemui Presiden Joko Widodo untuk pertama kalinya, Kamis (26/1) setelah dirinya mendapatkan grasi.

Antasari Azhar  tiba di Istana sekitar pukul 15.00 WIB. Awalnya Antasari mengaku hanya ingin berterimakasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah memberikan grasi kepadanya. Pertemuan tersebut berlangsung sekitar satu jam.

Usai melakukan pertemuan empat mata tersebut, Antasari yang sudah ditunggu para pewarta justru tidak banyak berkomentar. Dia lebih memilih berulang kali menyampaikan gestur jari telunjuk di bibir yang menandakan diam.

“Ssssssttt…!” kata Antasari sambil menempelkan telunjuk di bibirnya.

Dia mengaku lelah karena beberapa hari terakhir terus meladeni para wartawan yang ingin meminta komntar darinya. Antasari bahkan mengaku saat menemui presiden dirinya sedang tidak dalam kondisi sehat.

“Sejak kemarin, dari pagi hingga malam saya meladeni wartawan jadi saya batuk,” katanya lagi disusul dengan meletakkan kembali telunjuknya di bibir.

Ditanyakan beberapa pertanyaan, termasuk isi pembicaraan dengan orang nomor satu di negara ini, Antasari tetap tak mau memberikan penjelasan.

“Sudah, mau tahu saja,” kata dia mencoba keluar dari kerumunan wartawan.

Dia langsung menuju ke ke mobil Mitsubitshi Pajero Sport hitam dengan nomor polisi B 1707 CJC hingga membawanya meninggalkan Istana.

Sebelum menemui Antasari, Presiden Joko Widodo memanggil Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Iriawan dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana ke Istana.

Diketahui, Presiden Joko Widodo mengabulkan grasi Antasari Azhar dengan diterbitkannya Keputusan Presiden pada 23 Januari 2017. Antasari resmi mengajukan permohonan grasi kepada Presiden pada Februari 2015.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoli mengatakan, dengan keluarnya grasi tersebut Antasari Azhar sudah bebas dari hukuman pidana.

“Karena 2/3 selesai. Jadi pas, bebas murni. Tidak perlu menjalani lagi karena sudah ada grasi,” jelas Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/1).

Dia juga memastikan, status politik Antasari tidak pernah dicabut meski tersandung kasus pembunuhan. Yasona juga menilai banyak kejanggalan dalam kasus pembunuhan bos PT Putra Rajawali Bantaran, Nasrudin Zulkarnaen tersebut mengacu pada hasil forensik dan sejumlah kajian lainnya. Dia bahkan merespon akan menyambut baik jika Antasari mendorong agar kasus tersebut diusut sampai tuntas.

Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan juga mengaku akan menyelidiki laporan mantan Ketua KPK Antasari Azhar ke Polda Metro Jaya beberapa tahun silam.

Laporan itu terkait SMS misterius ke PT Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, yang diduga dikirimkan oleh Antasari. Laporan itu harus diproses.

“Iya, nanti akan saya cek kembali. Tentunya harus ditindaklanjuti, ya,” kata Iriawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (26/1).

Antasari pernah melaporkan dugaan SMS ancaman gelap ke polisi pada 25 Agustus 2011. Sesaat setelah mendapatkan pembebasan bersyarat dia menyatakan akan menagih tindak lanjut laporan itu ke Polda Metro Jaya.

“Maaf permasalahan ini hanya kita saja yang tahu. Kalau sampai terbongkar, Anda tahu konsekuensinya” begitu isi sms yang diterimanya dari Nasrudin Zulkarnaen

Pascamenerima sms tersebut, Nasrudin tewas tertembus peluru dan mengharuskan Antasari menjalani proses hukum. Dia dihukum 18 Tahun Penjara.

Penulis: Franky Tangkudung

Tags: