by

DEBAT PILKADA DKI, Anies Menyerang, Ahok Menusuk

Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. (foto:kompas).

JAKARTA, bagitu.com— Komisi Pemilihan Umum daerah (KPUD) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta melaksanakan debat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang ke-2, Jumat (27/1) di Hotel Bidakara Jakarta. Tiga Pasangan Calon hadir membawakan visi misi mereka yakni pasangan nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Pasangan nomor urut dua, Basuki Tjahaya Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan pasangan nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Dalam sesi tanya jawab, calon Gubernur nomor urut tiga yang diusung partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anies Baswedan melontarkan pertanyaan yang menyerang Basuki Tjahaya Purnama. Aines menyoroti tentang pendidikan, yang menyebutkan masih banyaknya anak-anak di Jakarta yang tak memperoleh pendidikan. Dia juga peringkat DKI sebagai ibu kota di bawah Biak soal akuntabilitas.

“DKI sebagai ibukota berada di bawah Biak,” kata Anies.

Namun pertanyaan yang menyerang pasangan nomor dua trsebut langsung dijawab Basuki Tjahaya Purnama dengan jawaban yang menusuk Anies. Ahok justru menyinggung kepemimpinan Anies saat menjabat  sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

“Memang kita maklum Jakarta kota besar, orang banyak. Dari data Ombudsman kita peringkat 16 dari 33 provinsi. Kalau pak Anies dulu di Kemendikbud urutan ke 22 dari 22 kementerian,” jawab Ahok yang sempat menghilangkan senyum dari wajah Anies.

Basuki Tjahaya Purnama juga menjelaskan tentang realita saat ini yang tidak lagi menemukan anak-anak dari keluarga tidak mampu menggunakan seragam, sepatu dan tas yang sudah tidak bagus.

“Coba lihat sekarang anak-anak sekolah tidak ada lagi yang memakai seragam kusam, sepatu dan tas butut. Mereka juga kini bagga masuk toko buku tingggal gesek. Ini bagus untuk kepercayaan diri mereka,” kata Ahok lagi.

“Kalau untuk mahasiswa dapat enam belas juta, kita juga sekarang sedang meningkatkan agar mereka bisa mendapat  25-30 juta,” jelasnya lagi.

Seusai debat, Anies Baswedan justru merasa bersyukur Ahok menyebutkan ranking Kemendikbud tersebut. Hal ini membuat dia bisa mengoreksi agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarkaat.

“Kalau saya malah bersyukur mereka menyebut Kemendikbud ranking 22. Ya saya senangnya kenapa, karena kemudian saya bisa jawab,” ujar Anies usai debat.

Menurut Anies, ranking ke 22 Kemendikbud itu terjadi di zaman saat menteri sebelumnya. Justru saat dirinya menjabat, dia bisa mengangkat posisi KEmendikbud menjadi sepuluh besar.

“Sesudah saya memimpin dari 22 berubah menjadi 9 dalam waktu satu tahun,” katanya.

Penulis : Franky Tangkudung

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *