DEBAT PILKADA DKI, Antasari: Jakarta Perlu Pemimpin Tegas dan Gesit

Antasari Azhar. (foto:jpnn).

JAKARTA, bagitu.com— Mantan Ketua KPK, Antasari Azhar yang baru saja mendapatkan status bebas murni pascamenerima grasi dari Presiden Joko Widodo, terlihat hadir dalam Debat ke-2 PIlkda DKI Jakarta yang dilakukan KPUD DKI Jakarta yang dilaksanakan di hotel Bidakara Jakarta.

Antasari Azhar mengaku mendukung pasangan calon nomor urut dua, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) –Djarot Saiful Hidayat. Menurutnya perpaduan dua tokoh tersebut sangat pantas untuk memimpin Jakarta dengan kompleksitas permasalahannya.

“DKI Jakarta itu perlu pemimpin dengan pikiran yg cerdas, tangan yang gesit. kedua hal ini ada di pasangan nomor urut dua,” kata mantan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan tersebut di hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (27/1).

Menurutnya, dukungan yang diberikan sudah melalui pertimbangan yang matang dan untuk kebaikan perkembangan Jakarta.

“Saya dukung yang betul-betul pantas jadi gubernur, saya lihat itu ada di nomor dua dan mudah-mudahan,” kata Antasari lagi.

Dukungan yang diberikan Ahok tersebut, tidak membuat Ahok Jumawa. Dia bahkan merendah dan tidak banyak memberikan komentar.

“Sama-sama orang Belitung,” kata Ahok.

Dalam debat ke-2 Pilkada DKI Jakarta yang dilaksanakan KPUD DKI tersebut terlihat Antasari Azhar hadir di antara penonton. Saat masa jeda debat tersebut, Basuki Tjahaya Purnama(Ahok)-Djarot Saiful Hidayat terlihat mendatangi Antasari Azhar. Ahok ditemani putranya nampak datang terlebih dahulu kemudian datang menyalami Antasari. Tak berapa lama, Djarot juga datang menemui Antasari dan menyalaminya. Mereka berdua terlihat sempat mengobrol singkat dengan mantan ketua KPK yang baru saja selesai menjalani masa hukuman penjaranya.

Diketahui, Komisi Pemilihan Umum daerah (KPUD) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta melaksanakan debat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang ke-2, Jumat (27/1) di Hotel Bidakara Jakarta. Tiga Pasangan Calon hadir membawakan visi misi mereka yakni pasangan nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviani Murni, Pasangan nomor urut dua, Basuki Tjahaya Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan pasangan nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Acara tersebut dipandu dua moderator yakni mantan Wakil Menteri Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia, Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Eko Prasojo dan presenter berita Tina Talisa. Debat yang berdurasi lebih panjang 30 menit dari debat yang pertama menyajikan aksi saling sindir di antara pasangan calon. Bukan hanya itu, pendukung masing-masing calon juga terdengar saling ledek hingga membuat ruangan tersebut sangat gaduh. Beberapa kali moderator memperingatkan pendukung untuk tetap tertib demi kelangsungan debat tersebut.

Penulis: Franky Tangkudung

Tags: