Teror Terhadap Novel Baswedan, Sejumlah Pihak Tuding Ada Kaitannya dengan Kasus e-KTP

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK )Novel Baswedan jadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal pada Selasa (11/3/2017). (Foto: Tempo)

JAKARTA, bagitu.com – Aksi penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kini mengundang reaksi dari berbagai pihak. Novel Baswedan yang yang saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan penyidikan terhadap sejumlah kasus korupsi, harus menjadi korban serangan dari orang tak dikenal. Novel Baswedan disiram air keras pada bagian wajahnya usai melaksanakan sholat subuh di Masjid dekat kediamannya pada Selasa (11/4/2017).

Hal itu kemudian menimbulkan tudingan publik bahwa ini ada kaitannya dengan kasus yang sedang ditangani penyidik KPK itu, yaitu kasus korupsi e-KTP. Hal ini mengundang reaksi dari publik dan menjadi trending di media sosial. Sejumlah netizen menyebutkan bahwa penyerangan terhadap Novel Baswedan itu ada kaitannya dengan kasus korupsi e-KTP.

Sementara itu, Nurcolis Hidayat dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta mengatakan bahwa teror terhadap Novel Baswedan tergolong obstruction of justice. “Setiap serangan terhadap Novel harus diasumsikan sebagai obstruction of justice terhadap kasus-kasus yang sedang diselidiki oleh KPK,” tegas Nurcolis Hidayat.

Upaya teror bahkan kriminalisasi terhadap Novel Baswedan sudah terjadi sejak tahun 2004 silam yang mengakibatkan dirinya menjadi korban dari 2 kali tabrakan mobil serta upaya kriminalisasi dirinya terkait kasus yang diusutnya. Kali ini Novel Baswedan harus menghadapi serangan brutal yang bisa disebut sebagai teror sehingga mengakibatkan cidera fisik.

Hal senada disampaikan oleh akademisi Universitas Diponegoro, Pujiono yang menilai bahwa penyerangan terhadap Novel Baswedan terkait kasus besar yang ditanganinya sebagai penyidik KPK. “Novel Baswedan bukan orang umum, ia dalam kedudukan tertentu. Ia penyidik KPK dengan track record bagus,” ungkap Pujiono.

Reaksi keras juga datang dari mantan komisioner KPK Busyro Muqoddas yang menyebutkan bahwa serangan terhadap Novel Baswedan adalah terorisme terhadap KPK. “Ini adalah terorisme terhadap KPK” tegas Muqoddas sembari berharap agar TNI dan Polri segera mengusut tuntas kasus ini dengan membentuk tim kusus.

Karena kondisi luka yang serius pada bagian mata, Novel Baswedan mendapat perawatan di Jakarta Eve Center (JEC). Namun menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Novel akan diterbangkan ke Singapura pada Rabu (21/4/2017). “Iya, dibawa ke Singapura,” ungkap Febri.

Sebelumnya Novel Baswedan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading oleh para tetangganya. Setelah mendapatkan pertolongan pertama di RS Mitra Keluarga, Novel kemudian dirujuk ke Jakarta Eye Center (JEC) karena menderita luka serius dibagian mata.

Penulis: Leon Manua

Tags:
author

Author: