Jelang Pilkada Putaran Kedua, Polri Jamin Keamanan Jakarta

JAKARTA, bagitu.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengerahkan kekuatan maksimal untuk menjamin keamanan Pilkada Gubernur DKI Jakarta putaran kedua yang akan dilaksanakan pada Rabu (19/4/2017). Sebanyak 65 ribu personil gabungan TNI, Polri, dan unsur Linmas akan dikerahkan untuk mengawal Pilkada DKI Jakarta.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian pada Senin (17/4/2017). Tito menyebutkan bahwa jumlah personil ini melebihi jumlah personil saat pengamanan aksi 212 November 2016 lalu. Tito menegaskan bahwa tidak ada pengelompokan tim pengamanan pada setiap TPS yang berarti setiap TPS yang memiliki pengamanan masing-masing akan saling bekerjasama dengan personil pengamanan gabungan.

Sedangkan strategi pengamanan yang sudah diatur sampai pada tingkat TPS yaitu 1 personil TNI, 1 personil Polri, dan Linmas disetiap TPS. Polri juga menyiapkan kekuatan siaga yang berfungsi sebagai personil cadangan untuk mencegah terjadinya ganguan keamanan. “Saya juga koordinasi dengan panglima dan Menko Polhukam untuk mengerahkan pasukan pengamanan cadangan jika diperlukan” tegas Tito.

Terkait dengan isu adanya pengerahan massa untuk Wisata Al-maidah di Jakarta, Tito menegaskan agar tidak ada pengerahan massa. Wisata Al-maidah tersebut diduga memiliki tujuan politis untuk mempengaruhi Pilkada Jakarta. “Kalau sampai kami lihat nanti ada pengerahan massa yang terkesan intimidatif, Polri dengan kewenangan diskresinya dapat melakukan penegakan hukum,” tegas Tito.

Dari dialog antara pihak Polri dan pihak penggerak Wisata Al-maidah, diketahui bahwa tujuannya yaitu untuk mengawasi TPS agar tidak terjadi kecurangan. Hal tersebut ditakutkan justru akan mengganggu jalannya Pilkada Jakarta karena Wisata Al-maidah akan memobilisasi massa dari luar Jakarta.

Polri juga sudah mengambil langkah pencegahan dengan mengeluarkan maklumat bersama KPUD dan Bawaslu Jakarta. Maklumat tersebut berisi larangan mobilisasi massa ke TPS, terlebih kelompok massa yang bisa memberikan kesan intimidatif.

Polri juga sudah memerintahkan semua Kapolda di Jawa serta sebagian Kapolda di Sumatera agar segera mengeluarkan maklumat pelarangan mobilisasi massa pada saat Pilkada Jakarta berlangsung. Maklumat ini juga berlaku bagi semua pendukung calon gubernur DKI Jakarta, bukan hanya untuk penyelenggara Wisata Al-maidah.

 

author

Author: