8 Mei 2021

Penelitian Vaksin Nusantara di RSPAD Target Rampung 2,5 Bulan

Jakarta, CNN Indonesia — Tim peneliti vaksin Nusantara di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta menargetkan proses penelitian vaksin virus corona (Covid-19) berbasis sel dendritik rampung setidaknya dalam 2,5 bulan ke depan. Peneliti utama vaksin Nusantara Kolonel Jonny menyatakan saat ini pihaknya tengah melanjutkan proses pengambilan sampel darah terhadap 180 relawan yang berasal dari berbagai kota di Indonesia.

“Untuk penelitian yang sekarang ini kurang lebih sekitar 2,5 bulan. Selesai penelitian kami akan audit sesuai dengan Good Clinical Practice (GCP) atau tidak. Kemudian kami akan lengkapi semua, pelaporan dan evaluasi,” kata Jonny saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (20/4). Dengan proses penelitian itu, Jonny menyebut untuk selanjutnya tidak ada uji klinis tahap III. Namun, apabila penelitian akan dilanjutkan, maka pihaknya akan membuat desain penelitian anyar. Di sisi lain, Jonny menyatakan peneliti belum menargetkan soal izin edar dan komersialisasi vaksin Nusantara. Peneliti di RSPAD, kata dia, saat ini masih fokus pada penelitian sel dendritik sebagai salah satu upaya pembuatan vaksin covid-19 di Indonesia.

“Saya kira masih terlalu jauh ya untuk bicara apabila vaksin jadi dan diedarkan dan lain sebagainya, kami masih meneliti vaksin dendritik ini bagus atau tidak,” kata dia. Lebih lanjut, Jonny juga mengatakan hingga saat ini proses penelitian tetap berjalan normal. Ia mengklaim animo relawan vaksin besutan eks Menkes Letjen TNi (Purn) Terawan A Putranto tersebut cukup besar, sehingga pihaknya resmi menutup proses pendaftaran relawan vaksin Nusantara. Ia menjelaskan bahwa saat ini tim peneliti di RSPAD berjumlah tiga orang. Nantinya, sampel relawan yang telah diambil akan diteliti, dipaparkan dengan komponen pembuatan vaksin Nusantara, untuk selanjutnya diinkubasi dan akan disuntikkan kembali ke tubuh relawan pasca proses 8 hari. “Yang mendaftar sudah full, sudah tidak bisa menerima relawan lagi. Banyak sekali yang mengantre, bahkan dari luar kota banyak,” klaimnya.